Breaking News:

Pedagang di Pasar Tanjungmorawa Pukul Wajah Pembeli, Kejari Pakai Pendekatan Keadilan Restoratif

Tawar menawar harga berujung cekcok, pedagang daging di Pasar Pasar XIV Dusun VII, Tanjungmorawa, memukul wajah calon pembeli.

TRIBUN MEDAN/HO
Hasan Basri Sihaloho, pedagang Pasar XIV Dusun VII Desa Limau Manis, Deliserdang, dinyatakan bebas setelah proses mediasi dengan keluarga pelapor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pemukulan yang terjadi di Pasar XIV Dusun VII Desa Limau Manis Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif.

Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanudin didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana turut menyaksikan proses pemberian Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif dari Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang Dr. Jabal Nur kepada tersangka Hasan Basri Sihaloho di Kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang.

"SKP2 diberikan setelah dilakukan mediasi serta dilakukan perdamaian dan saling memaafkan, antara saksi korban Melda Nova Sembiring dengan Tersangka Hasan Basri Sihaloho, dimana Saksi Korban Melda Nova Sembiring telah mencabut laporannya pada Polsek Tanjunmorawa," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Yos Arnold Tarigan, Sabtu (13/11/2021).

Dijelaskan Yos, kasus ini terjadi pada Kamis 7 Oktober 2021 sekitar pukul 18.00 WIB. Pada waktu itu terjadi, Melda Nova Sembiring (selaku pembeli) yang ingin membeli kikil bertengkar dengan Hasan Basri Sihaloho yang merupakan penjual. 

"Akibat tawar menawar, tersangka Hasan Basri Sihaloho emosi dan memukul saksi korban Melda Nova Sembiring sebanyak satu kali, yang mengenai tulang rahang sebelah kanan saksi korban. Korban mengalami luka memar di bagian tulang rahang wajah sebelah kanan," katanya.

Hasan Basri Sihaloho dilaporkan ke kepolisian. 

"Berkas kasus dinyatakan lengkap serta rersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Deliserdang oleh penyidik," katanya.

Yos mengatakan tersangka Hasan Basri Sihaloho dipersangkakan Pasal 351 KUHP.

Setelah pemberian SKP2 kepada Tersangka dari Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, tersangka langsung meminta maaf kepada saksi korban dan suaminya yang disaksikan oleh penyidik dan tokoh masyarakat.

"Kepada tersangka, Bapak Jaksa Agung menyampaikan dengan diserahkannya SKP2, maka mulai hari ini Tersangka bisa bebas dan kembali berkumpul dengan keluarga dan perkaranya telah dihentikan berdasarkan keadilan Restoratif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved