SUNGAI Kembali Meluap, Warga Desa Kinangkung yang Terkena Dampak Longsor Pilih Mengungsi

Warga yang terkena dampak longsor di Dusun III, Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang telah mengungsi ke desa lain.

TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
seorang petugas membersihkan jalan masuk menuju Desa Kinangkung, Sibolangit, yang tertimbun longsor, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga yang terkena dampak longsor di Dusun III, Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang telah mengungsi ke desa lain.

"Sejak pukul 21.00 WIB warga sudah banyak yang meninggalkan Desa Rumah Kinangkung," ujar seorang warga Ustaz Hendra Jumalau kepada Tribun Medan, Sabtu (13/11/2021).

"Warga naik ke atas semuanya. Ada yang ke gereja dan ada yang ke Desa Sala Bulan," tambahnya.

Ada pun hal tersebut dilakukan masyarakat karena air sungai yang ada di Desa Rumah Kinangkung kembali meluap semalam.

Pasalnya hujan masih mengguyur permukiman warga sampai pukul 23.00 WIB. Walhasil, warga ketakutan bila berdiam diri tetap di desa tersebut.

"Belum berani kami ke bawah atau ke desa. Karena sungai yang meluap," sebutnya.

Hendra mengungkapkan sebagian besar warga memang mengungsi di jambore Desa Sala Bulan.

Diketahuinya, ada satu warga yang meninggal akibat longsor yang menimpa Desa Rumah Kinangkung.

Warga yang meninggal, Rasmiken Br Ginting, pun saat ini sedang dalam prosesi adat untuk pemakaman di jambore Desa Sala Bulan.

Ia pun berharap agar pemerintah dapat memperhatikan nasib masyarakat yang terdampak dari longsor.

"Ini kali pertama kami rasakan. Harapan kami pemerintah mau memperhatikan. Misalnya pembangunan rumah ibadah ke depan," ujarnya.

"Selain itu juga, rumah warga yang di lokasi juga ada lah perhatian pemerintah untuk diperbaiki," tutupnya.

Sebelumnya, Dia sempat menceritakan sejak pukul 15.00 WIB Kamis (11/11/2021) hujan sudah mulai mengguyur Dusun III Desa Kinangkung.

Dikatakannya hujan saat itu sangat deras sampai pada puncaknya malam hari menyebabkan longsor yang besar.

"Jadi sebenarnya longsor udah dari pukul 15.00 WIB itu terjadi. Berturut turut sampai empat kali puncaknya di jam 23.00 WIB," jelasnya.

"Setidaknya ada 4 kali dentuman yang kami dengar dari longsor itu," tambahnya.

Ada pun saat terjadi longsor besar, dikatakannya warga sudah sempat beberapa diungsikan ke gedung balai desa dan sekarang ada di tenda - tenda penyelamatan.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved