Breaking News:

Harga Jahe Anjlok, Dinas Pertanian Minta Kelompok Tani Saling Belajar

Kelompok tani harus saling berbagi informasi untuk memperkuat lintas petani di daerah.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUNMEDAN/ Alija Magribi
Aktivitas pertanian jahe merah di Simpang Sigodang, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/11/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Jatuhnya harga jahe merah di Kabupaten Simalungun beberapa bulan terakhir membuat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Ruslan Sitepu angkat bicara.

Ia meminta peran kelompok tani (Poktan) bersinergi bersama membahas jahe merah.

Kepada Tribun Medan, Ruslan Sitepu mengakui mayoritas petani di Kabupaten Simalungun adalah petani tradisional. Para petani selalu memanfaatkan momentum untuk tanam dan panen.

"Mayoritas petani kita masih tradisional. Kemarin, saat awal Covid-19, yang mana harga jahe merah melonjak, semua berbondong-bondong tanam jahe. Eh rupanya Covid-19 mereda dan jadi masalah karena harga jahe anjlok," kata Ruslan.

Baca juga: Akhirnya Pengacara Kondang Razman Arif Buka Suara Soal Kasus Albert Kang

Kata Ruslan, peran serta kelompok tani saat ini, di mana produksi jahe merah melonjak dan permintaan berkurang penting dirasakan.

Kelompok tani harus saling berbagi informasi untuk memperkuat lintas petani di daerah.

"Peran kelompok tani untuk saling berbagi itu penting. Misalnya kalau ada produk turunan dari jahe merah ada, tentu bisa disampaikan ke petani lainnya. Petani bisa terus belajar," kata Ruslan kembali.

Sesuai rencana, ujar Ruslan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menggelar festival rempah pada Desember 2021 mendatang.

Ia meminta para petani bisa datang dan belajar dengan petani lainnya untuk menghasilkan produk yang evergreen.

"Bulan 12 kita ada event. Mudah-mudahan para petani bisa belajar di sana," jelas Ruslan kembali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved