Breaking News:

Harga Material Bangunan Melambung, Pasokan Dibatasi

Kalau untuk pembangunan sendiri tidak ada pengaruh, untuk pasokan sejauh ini kita masih aman

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Suasana salah satu perumahan bersubsidi dari pemerintah di Tanjung Anom, Deliserdang, Kamis (7/9). Akses jalan yang buruk menyebabkan warga mengalami kesulitan beraktivitas. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Material bangunan di Sumatera Utara mengalami kenaikan harga dalam waktu sebulan terakhir. Berdasarkan pantauan dari Tribun Medan, Senin (15/11), beberapa panglong di Sumut terpaksa menaikkan harga.

Pemilik Panglong PT Mulia di Deliserdang, Elly mengungkapkan jika hampir semua bahan material mengalami kenaikan harga, diantaranya seng, semen, pasir, batu bata, dan bahan material lainnya.

Ada pun untuk seng saat ini berada di harga Rp 1,3 juta per kodi namun kini sudah mencapai harga Rp 1,8 juta, kemudian ada besi ukuran 10 mm berada di harga Rp 70 ribu yang sebelumnya seharga Rp 60 ribu.
Dengan kenaikan harga yang cukup tinggi ini, Elly menuturkan jika mulai mengalami pembatasan pasokan dari pihak produksi.

Baca juga: Ada Pembangunan Vila di Lintasan Longsor Sibolangit, Ini Komentar Kepala BPBD Deliserdang

"Semua naik bahan bakunya tapi yang paling terasa itu semen. Kalau sekarang juga udah mulai payah untuk bahan bakunya udah dijatah dulu bisa 100 sak kini cuma bisa 50 sak ngambilnya," ungkap Elly.

Dikatakan Elly, perubahan harga ini mampu berubah setiap hari sehingga cukup menyulitkan para pembeli.
"Kadang ada juga yang nanya harga terus kalau cocok dan memang mendesak dia beli tapi ada juga yang bilang mau bangun tunggu harganya turun," ujarnya.

Tak hanya Elly, ternyata Ridwan, pemilik Panglong Berkah Meriah di Jalan Letda Sudjono juga turut mengeluhkan omzet berkurang hingga 20-30 persen lantaran kenaikan harga material yang tinggi.

Ada pun harga batu bata saat ini berada di harga Rp 550, padahal sebelumnya masih berkisar di bawah Rp 500, kemudian harga pasir satu truk untuk ukuran 8 kubik seharga Rp 1.350.000 padahal sebelumnya masih berada di harga Rp 1.050.000.

Dikatakan Ridwan, saat ini dia juga turut merasakan sulitnya mencari pasokan bahan material bahkan hingga harus ke luar kota agar mencukupi pasokan.

"Carinya kita mesti keliling Medan dulu lah kadang ke luar kota kayak ke Tebing sampai untuk dapatkan bahannya. Ya semoga udah bisa stabil lagi lah ya harganya," pungkasnya.

Pengembang Setop Bangun Rumah Subsidi

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved