Harga Material Bangunan Melonjak, Pengembang Rumah Subsidi di Sumut Stop Pembangunan
Pengembang perumahan di Sumatera Utara mengeluhkan tingginya harga material bangunan selama sebulan terakhir.
Penulis: Angel aginta sembiring |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengembang perumahan di Sumatera Utara mengeluhkan tingginya harga material bangunan selama sebulan terakhir.
Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sumut, H.Irwansyah Putra mengatakan, karena tingginya harga material bangunan, pengusaha sulit mendapat keuntungan.
Irwan mengatakan, asosiasi pun mengimbau para anggotanya untuk menghentikan pembangunan sampai harga material kembali normal.
Menurutnya, kenaikan harga bahan material membuat kenaikan harga rumah rata-rata Rp 10 juta-Rp 20 juta per unit.
"Untuk sementara memang diberhentikan," katanya, Selasa (16/11/2021).
"Karena pertimbangannya kalau diselesaikan pun kuota untuk rumah subdisi sudah habis."
"Jadi ini tidak memungkinkan juga, maka kami imbau kepada teman-teman khususnya APERSI untuk memberhentikan dulu pembangunan, " ungkapnya.
Ia mengatakan, pembangunan rumah subsidi akan dilanjutkan jika harga barang material turun atau pemerintah menaikkan harga rumah subsidi.
"Harga saat ini Rp 150,5 juta, dan kondisi ini tidak baik, " ujarnya. (cr9/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-subsidi-rumah-murah1_20170913_175607.jpg)