Breaking News:

Narkoba dari Malaysia Beredar Luas di Sumut, 122 Kilogram Sabu Disita Petugas dari Para Bandar

Peredaran sabu asal Malaysia di Sumatera Utara kian mengkhawatirkan. Saat ini, polisi sudah menyita 122 Kg sabu dari berbagai bandar

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak (tiga dari kiri) bersama Wakapolda Sumut, kepala BNN Sumut, Gubernur Sumut, Pangdam I Bukit Barisan, Kajati Sumut dan Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumut, Selasa (16/11/2021).(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional yang ada Sumut.

Sebanyak 122 kilogram sabu diamankan dari tangan lima kurir.

Kelimanya ditangkap dari tiga lokasi berbeda, yakni Deliserdang, Tanjungbalai dan Medan.

Adapun kelimanya yakni, Irwanul alias Bembeng, Abdi Irawan, Ridwan Ramadhan, Soleh, dan Trisno.

Baca juga: Tak Mau Belikkan Sabu, Pria Ini Nyaris Tewas Ditikam Mantan Ketua OKP

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, periode penangkapan dan pengungkapan itu berlangsung dalam periode 24 September hingga 26 Oktober tahun 2021.

Kelimanya merupakan bagian sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia Indonesia melalui jalur perairan.

"Narkotika yang diamankan dari para tersangka merupakan narkotika yang merupakan hasil peredaran dan masuknya melalui sindikat internasional melalui jaringan Malaysia Indonesia yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Balai, Deli Serdang dan Medan tiga tempat itu," kata Panca Putra Simanjuntak, Selasa (16/11/2021).

Adapun dalam modusnya para tersangka ini menerima barang haram tersebut yang dikirim melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di Sumut kemudian dibawa ke daratan untuk diedarkan.

Baca juga: Terungkap Satpam Kejari Curi Barang Bukti Sabusabu Lalu jadi Bandar

Setelah menerima, mereka pun berkamuflase menggunakan kapal nelayan agar tak terendus pihak berwajib.

"Kemudian Itu disimpan diedarkan secara di ecer terpisah-pisah kemudian dijual kepada para pengguna di lapangan dalam partai partai kecil," ucapnya.

Atas perbuatannya para kurir terancam kurungan paling singkat enam tahun hingga pidana mati ataupun seumur hidup.

"Ancaman hukumnya teman-teman ini beragam mulai dari pidana mati seumur hidup dan paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak 10 miliar.

Untuk pasal yang akan diterapkan kepada para pelaku dan yang sudah dan yang akan yaitu pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 111 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika," tutupnya.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved