Breaking News:

Anggota DPRD Siantar Minta Polisi Selidiki Kelangkaan Pupuk Subsidi

Anggota DPRD Pematangsiantar Fraksi PDI-P Astronout Nainggolan meminta aparat menyelidiki kelangkaan pupuk bersubsidi di Siantar. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
Alija / Tribun Medan
Anggota DPRD Pematangsiantar Astronout Nainggolan 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Anggota DPRD Pematangsiantar Fraksi PDI-P Astronout Nainggolan meminta aparat menyelidiki kelangkaan pupuk bersubsidi di Siantar. 

"Pupuk subsidi langka di Siantar. Saya sarankan aparat penegak hukum menyelidiki kelangkaan pupuk di Siantar," katanya, sesuai rapat gabungan komisi dengan TPAD Pematangsiantar, Rabu (17/11/2021).

Astronout mengatakan, keluhan tentang kelangkaan pupuk sudah banyak ia terima. Distribusi pupuk bersubsidi di Siantar, ujar Astronout, harus jelas sehingga tidak menimbulkan tanda tanya pada masyarakat.

"Supaya penyaluran pupuk bersubsidi di Siantar ini jelas kepada masyarakat," katanya kembali.

Pria yang juga menjabat sebagai Bapemperda ini juga mengatakan bahwa di saat kondisi pupuk yang langka, Dinas Pertanian seakan tak berbuat apa-apa. 

Kuota pupuk bersubsidi sempat dinyatakan aman oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Jhoni Akim Purba di Medan, Selasa.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi aman dan lancar hingga akhir tahun.

"Semua jenis pupuk disiapkan sesuai alokasi, asal petani melalui kelompok taninya memenuhi persyaratan," ujar Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Jhoni Akim Purba di Medan, Selasa.

Menurut dia, tahun ini alokasi urea untuk Sumut sebesar 154.916 ton. Kemudian SP 36 sebanyak 38.907 ton serta ZA sejumlah 34.008 tonton, NPK 114.112 ton dan pupuk organik 19.918 ton. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved