Breaking News:

Barang Impor di Sumut Turun 13,52 Persen, Gandum-ganduman Pegang Andil Terbesar Penurunan 

BPS Sumut menyebut barang impor yang ada saat ini turun 13,52 persen. Gandum-ganduman paling dominan alami penurunan

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyaksikan petugas Bulog mengambil sampel beras saat melakukan sidak bahan pangan pokok di gudang penyimpanan Bulog Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/12/2019). TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melihat jika impor di Sumut mengalami penurunan.

Adapun nilai impor melalui Sumatera Utara bulan September 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$401,46 juta, turun 13,52 persen dibandingkan bulan Agustus 2021 yang mencapai US$464,23 juta. 

Namun, jika dibandingkan pada September 2020 lalu, nilai impor di Sumut justru mengalami kenaikan sebesar 20,96 persen.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi mengungkapkan jika impor barang modal turun sebesar 40,82 persen, bahan baku/penolong turun sebesar 10,35 persen, dan barang konsumsi turun sebesar 9,80 persen.

Baca juga: Penjelasan Ekspor dan Impor: Pengertian dan Manfaat untuk Negara

Sementara itu, ia mengatakan jika golongan gandum-ganduman mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

"Pada September 2021, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah golongan pgandum-ganduman sebesar US$28,89 juta (1.823,07%)," ungkap Syech, Rabu (17/11/2021).

Namun, Sumut mengalami penurunan impor terbesar adalah golongan Mesin-mesin/Pesawat mekanik yang mengalami penurunan sebesar US$23,60 juta turun sebesar 39,21 persen.

Dikatakan Syech, total nilai impor Sumatera Utara yang saat ini sebesar US$401,46 juta pada bulan September 2021, didominasi oleh negara berasal dari Asia di luar Asean.

Baca juga: Apa itu Ekspor dan Apa itu Impor, Apa Manfaat Ekspor dan Impor dalam Perdagangan Internasional

"Wilayah di Asia luar Asean mendominasi sebesar 35 persen atau senilai US$140,53 juta, kemudian 26,42 persen berasal dari Asean sebesar US$106,05 juta," ujarnya.

Adapun untuk negara pemasok barang impor terbesar pada September 2021 adalah Tiongkok sebesar US$104,15 juta (25,94%), diikuti Malaysia sebesar US$54,82 juta (13,65%) dan Thailand sebesar US$27,85 juta (6,94%). 

Selama periode Januari – September 2021 kesepuluh negara asal utama memberikan peran sebesar 82,40 persen terhadap total nilai impor melalui Sumatera Utara sedangkan sisanya besar 17,60 persen berasal dari negara lainnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved