Breaking News:

Okupansi Hotel Meningkat Signifikan, PHRI Sosialisasi Prokes

Tingkat okupansi atau keterisian hotel semakin meningkat seiring dilonggarkannya PPKM.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Tamu sedang check in di Cambridge Hotel Jalan S. Parman, Medan. Menjelang pergantian tahun okupansi hotel di Medan diperkirakan akan meningkat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara mulai mereda. Pemerintah pun mulai melonggarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2 di wilayah Sumatera Utara.

Hal ini tentunya turut menggeliatkan industri pariwisata. Disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana, tingkat okupansi atau keterisian hotel semakin meningkat seiring dilonggarkannya PPKM.

"Apabila dibandingkan PPKM Level 4, okupansi semenjak dilonggarkan sudah semakin meningkat. Selain keterisian hotel juga tentunya melihat dari ruangan meeting dan pernikahan di hotel, " ujarnya, Rabu (17/11/2021).

Ia mengatakan, hotel-hotel di sekitar wilayah Sumut sudah mulai kembali ke kondisi normal. Hanya saja, memang belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi.

"Menjelang libur Natal dan Tahun Baru saat ini, kita belum bisa prediksi bagaimana tingkat hunian hotel, karena kita belum tahu kebijakannya nantinya," katanya.

"Namun apabila keadaan libur Natal dan Tahun Baru nantinya sama seperti kondisi saat ini, tentunya okupansi hotel semakin meningkat, " lanjutnya.

Sambung Denny, hanya saja yang dikhawatirkan mengenai hal itu yaitu terhadap protokol kesehatan. Oleh karena itu, saat ini PHRI gencar mensosialisasi dan mengaplikasikan program PeduliLindungi.

Baca juga: TPK Hotel di Sumut Meningkat, Okupansi Hotel Bintang Lima Capai 46,86 Persen

"Rencananya, hotel-hotel akan menerapkan Prokes dari mulai kedatangan tamu di pintu masuk. Pengunjung harus menunjukkan bukti sertifikat vaksin serta mengisi QR Code untuk memantau jumlah orang yang berada di lingkungan hotel," tuturnya.

"Sejauh ini sudah mulai ada yang menerapkan walaupun belum terlalu tinggi, kita berharap itu sebagai filter, jadi kita bisa terseleksi dan meminimalisir penyebaran, " lanjutnya.

Ia juga menyampaikan hingga saat ini sosialisasi telah banyak dilakukan kepada hotel-hotel di Sumatera Utara setiap minggunya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved