Breaking News:

Edy Rahmayadi Akan Terapkan PPKM Level 3 di Sumut Jika Diperlukan saat Natal dan Tahun Baru

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan dia akan menerapkan aturan PPKM Level 3 di Sumut jika hal tersebut diperlukan

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusian dan Kebudayaan (Menko PMK), Mihadjir Effendi menyebutkan bahwa pemerintah kembali akan memperketat pembatasan kegiatan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru

Rencananya PPKM Level 3 itu diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dan berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang.

Namun, masih menunggu Instruksi Mendagri terbaru yang mengatur hal tersebut.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pun sepakat dengan kebijakan itu, bila memang bertujuan untuk mengendalikan pandemi Covid-19 supaya tidak terjadi lonjakan kasus.

Baca juga: Bobby Nasution Ingin Buka Kesawan City Walk, Edy Rahmayadi Ultimatum Akan Menindak Jika Ini Terjadi

"Saya belum dapat itu. Tapi yang pastinya, kalau memang prosedur, itu akan kita pakai PPKM ini. Apa saja yang boleh dan tidak boleh di PPKM level 3, harus ditaati," ujar Edy, Kamis (18/11/2021).

Apalagi, kata Edy, belajar dari pengalaman setiap usai masyarakat menjalani libur panjang, maka kasus Covid-19 mengalami kenaikan.

Dan pada beberapa bulan lalu, pertambahan kasus Covid-19 di Sumut sempat mencapai 2 ribuan kasus per harinya. 

Dampaknya rumah sakit dipenuhi oleh pasien Covid-19, pemerintah harus menyiapkan tempat isolasi tambahan, dan mengganggu perekonomian masyarakat.

Baca juga: Edy Rahmayadi Minta Pucuk DBH Dibagi Secara Adil di Hadapan Komisi XI DPR RI

"Pastinya PPKM level 3 ini berkaitan untuk membatasi itu kasus Covid. Karena kita pernah merasakan di bulan Agustus lalu, sampai 2 ribu kasus sehari. Jadi cukup lah. Jangan lah lagi terjadi," ucap mantan Ketua Umum PSSI itu.

Untuk itu, Edy tak bosan kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Di samping juga pemerintah terus menggalakkan kegiatan vaksinasi.

"Supaya itu tak terjadi. Kita batasi semua dengan prokes dan vaksinasi. Kalau tak perlu ada kegiatan, jangan berkegiatan," pungkasnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved