Breaking News:

Gubernur Edy Targetkan Akhir 2022 Danau Toba Bersih dari Keramba Jaring Apung

Gubernur Sumatra Utara menargetkan pada akhir tahun 2022, kawasan Danau Toba bersih dari keramba jaring apung, baik warga maupun perusahaan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
ALIJA/ TRIBUN MEDAN
Penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara menargetkan pada akhir tahun 2022, kawasan Danau Toba bersih dari keramba jaring apung, baik milik masyarakat maupun perusahaan.

Pernyataan itu disampaikan mantan Pangkostrad itu usai menggelar rapat bersama Bupati Toba Poltak Sitorus, Bupati Samosir Vandiko Gultom, dan Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang terkait Tindak Lanjut Proses Percepatan Penanganan Keramba Jaring Apung di Sumut, Kamis (18/11/2021).

"Lebih cepat, lebih baik. Harapannya 2022 ini selesai. Karena 2023, September saya tak berkuasa lagi. Selama aku berkuasa harus selesai ini," tegas Edy, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis.

Edy menjelaskan bagi masyarakat yang saat ini memanfaatkan keramba apung sebagai mata pencarian, maka pemerintah siap memfasilitasi untuk alih usaha.

"Kita nol kan, habis itu kita alih kegiatan masyarakat yang biasa dia kerja di keramba-keramba. Nanti kita siapkan, di pertanian, perkebunan atau peternakan. Ini lah yang harus kita cermati," ujar Edy, 

Menurut Edy, keramba apung di Danau Toba dapat merusak alam.

"Tak ada alasan. Kalau kita mau kosong ini, kosong dia," sebutnya.

Begitu juga keramba jaring apung milik perusahaan, akan dilakukan secara bertahap sampai Danau Toba benar-benar bersih dari keramba apung.

"Nanti kita atur. Ada tahapan, tahun ini segini. Tapi ada kesepakatan dia harus nol. Pokoknya kalau rakyat minta kosongi ya harus kosong. Kan itu limbah, merusak alam. Merusak alam suatu kejahatan yang tak boleh ada," ucapnya.

Bupati Samosir Vandiko Gultom mengatakan, bahwa pihaknya sudah bergerak untuk menuntaskan target yang dimintakan oleh pemerintah pusat terkait keramba jaring apung.

"Ya, tentu kita upayakan tahun 2021 sesuai target yang diminta pusat," kata Vandiko, Kamis.

Pemkab Samosir pun telah menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menghapuskan keramba jaring apung di Danau Toba yang berada di kawasan Kabupaten Samosir.

"Masyarakat setuju. Kita sudah beri kompensasi berdasarkan kajian yang kita lakukan. Permohonan alih fungsi by name by addres," ujarnya.

Terkait keranda jaring apung milik perusahaan yang ada di Kabupaten Samosir, pihaknya berharap adanya ketegasan dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov Sumut.

"Ya, tentu kita berharap ketegasan dari pusat dan provinsi untuk menindak supaya adil. Jangan cuma masyarakat kita dikorbankan," pungkasnya. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved