Breaking News:

Dinas Pertanian Deliserdang Pastikan Pupuk Bersubsidi Aman

Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang memastikan kalau kebutuhan pupuk bersubsidi untuk tanaman pangan aman pada musim tanam tahun ini. 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI
Hamparan sawah 

TRIBUN-MEDAN.com,DELISERDANG - Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang memastikan kalau kebutuhan pupuk bersubsidi untuk tanaman pangan aman pada musim tanam tahun ini. 

Bahkan saat ini kondisinya khusus untuk jenis pupuk urea bersubsidi ada relokasi ke Kabupaten lain. Hal ini lantaran penyerapan untuk penggunaan pupuk urea bersubsidi rendah di Deliserdang. 

"Untuk MT (Musim Tanam) tahun ini masih ada. Ketersediaan pupuk urea subsidi kita masih cukup dan ada stoknya. Awal bulan 11 kemarin baru melakukan rapat kita dan dipinta agar kios-kios menebus ke distributor,"ujar Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Deliserdang, Mahyuddin Siregar Jum,at, (19/11/2021).

Mengenai adanya relokasi jatah urea yang dipindahkan ke Kabupaten lain, Mahyuddin menyebut kalau hal itu kebijakan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi dan mereka yang mendistribusikannya. 

Provinsi merelokasi ke Kabupaten yang memang penyerapannya tinggi dibanding Deliserdang yang rendah.  Untuk tahun ini saja ada sekitar 600 ton pupuk urea bersubsidi yang direlokasi ke Kabupaten lain.

"Ada aturannya makanya direlokasi. Sekarang kan sistemnya kios yang melaporkan langsung berapa yang sudah terbeli. Jadi setelah dilihat data orang Provinsi lihat penyerapan dan kita rendah. Ya mungkin petani belum butuh makanya tidak dibelinya. Kalau didata kita urea ada dikurangkan relokasi pertama 400 ton kedua 200 ton. Jadi ada 600 ton direlokasi ke kabupaten lain," kata Mahyuddin. 

Mahyuddin meyakini kalau untuk pupuk urea bersubsidi ini sama sekali tidak ada masalah kedepannya karena memang masih ada jatahnya. 

Ditegaskan untuk pupuk bersubsidi ini tidak semua petani itu bisa dapat pupuk bersubsidi. Disebut petani yang dapat pupuk bersubsidi itu adalah petani yang terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (e-RDKK). 

"Ya memang belum semua petani juga terdaftar. Ya sekitar segitu (baru 70 persen). Kita menghimbau juga supaya petani kita melalui ketua kelompok tani memberikan fotocopy KTP sama KK nya untuk didaftarkan dan untuk alokasi 2022. Jadi dimasukkan nomor NIK ke sistem. Kemarin pada 31 Oktober juga baru selesai penginfutannya belum tau persis juga berapa yang sudah terinfut pastinya," ucap Mahyuddin. 

Mahyuddin menyebut meski ada dilakukan relokasi untuk pupuk urea bersubsidi namun bukan berarti kalau ada permintaan tidak bisa dipinta lagi karena bisa diajukan kembali. 

Untuk pupuk NPK bersubsidi saat ini ada permintaan dari pihaknya sekitar 1000 ton. Permintaan ini untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan. 

"Kalau urea karena penyerapannya rendah nggak kita pinta lagi. Yang jelas stok urea kita aman justru kita yang minta tambahan NPK.  Untuk tanaman padi memang Urea dan NPK yang dibutuhkan," katanya.  

Dari data yang didapat di Dinas Pertanian Deliserdang alokasi pupuk Bersubsidi tahun anggaran 2021 Kabupaten Deliserdang untuk pupuk urea 15.210 ton, pupuk SP-36 1608 ton, ZA 731 ton, NPK 110 dan Organik 1.120 ton. 

"Sisa alokasi sampai bulan Oktober 2021 urea 3.568,60 ton, SP-36 739,75 Ton, ZA 480,50 Ton, NPK 813 Ton dan Organik 483 Ton," kata Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Deliserdang, Mahyuddin Siregar.

(dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved