Breaking News:

Sempat Bangkrut hingga Ingin Tutup, Ade Bangkit Bersama Gojek Lewat Layanan GoFood

Gojek menjadi platform penggerak kebangkitan pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19. UMKM menjadi penopang roda perekonomian bangsa

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Array A Argus
Dok Gojek
GoFood, platform pencarian (discovery) dan pesan-antar makanan andalan mendistribusian lebih dari 8.000 tas pengantaran GoFood kepada mitra driver di sejumlah kota di Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 tak lantas membuat Ade Irawan (30) terpuruk dan berhenti dari usaha berjualan sarapan pagi miliknya. Ia justru bangkit setelah menyadari betapa berpengaruhnya platform online dalam penjualan sarapan miliknya. 

Ditemui Tribun-Medan.com saat senggang pekan lalu, Ade bercerita mengenai dirinya yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Diceritakannya, ia dan keluarganya membuka usaha sarapan pagi seperti lontong, nasi gurih, dan lainnya.

Ia memulai usaha tersebut pada akhir 2019. Mulanya penjualannya normal-normal saja. Dalam sehari, dia bisa meraup sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dalam sehari. Cukup menguntungkan karena ia baru memulai usahanya tersebut.

Namun ternyata usahanya tak berjalan lancar saat pandemi Covid-19 semakin naik. Penjualan sarapan miliknya yang tadinya memuaskan, malah membuatnya hampir bangkrut.

“Jadi sebelumnya itu penjualannya bagus dan kita pikir dengan berjualan di warung saja tanpa ikut-ikut online sudah cukup. Tapi semua berubah waktu pandemi. Pertengahan 2020, penjualan makin menurun parah sampai-sampai mikir kayanya lebih baik tutup saja.” Katanya.

Namun, tutup bukanlah solusi yang tepat. Sebab di tengah pandemi, justru ekonomi keluarganya semakin  berantakan. Apalagi adiknya dirumahkan akibat pengurangan tenaga kerja. Sempat terpuruk, Ade pun mencoba peruntungan dengan mendaftar platform online.

Ia pun mendaftarkan sarapan miliknya di platform GoFood. Dari sini, ia benar-benar bangkit dan penjualan sarapannya semakin meningkat. Ade bahkan tak pernah berpikir bahwa dagangannya akan laris manis seperti itu.

“Betulan itu luar biasa perubahannya setelah didaftarkan ke GoFood. Penjualannya makin tinggi, lebih tinggi daripada sebelumnya itu. Perubahannya signifikan.” Katanya.

Ade mengatakan, dirinya bahkan pernah kewalahan memenuhi pesanan pelanggan yang datang dari GoFood. Adiknya yang dirumahkan pun turut membantu dagangannya saat itu. Setelah bergabung dengan GoFood, dalam sehari Ade bisa meraup sebesar Rp700 sampai Rp 900 ribu.

“Kami buka itu dari jam 6 sampai 10 pagi sebenarnya. Tapi untuk penjualan online, kami bukannya sampai jam 9 saja. Karena kan takutnya udah gak ready lagi makanannya. Tapi kalau sampai sore, mungkin sampai sejuta.” Katanya.

Gojek melalui GoFood juga memberikan banyak kemudahan kepada penggunanya. Misalnya saja saat WFH. Inilah yang dirasakan oleh Savitri Handayani (29).

Sebagai anak kos, Savitri mengaku sempat pusing memikirkan bagaimana dirinya harus berada di kos-kosannya selama pemberlakuan menjalani WFH. Terlebih lagi saat itu pemerintah menerapkan kebijakan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat).

“Aku pernah WFH hampir satu bulan karena ada beberapa rekan kerja yang positif Covid-19. Waktu itu lagi PPKM juga, dan banyak tempat makan yang tutup, kan. Karena aku anak kos, jadi sempat bingung mau beli makanan di mana. Jadi aku sering pesan makanan dari GoFood.” Kata Savitri, pekan lalu.

Savitri juga dimudahkan dengan banyaknya promo diskon yang ditawarkan GoFood.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved