Breaking News:

UMP Sumut 2022 Hanya Naik Rp 23.126, Disebut Lebih Kecil dari Pengeluaran Parkir Motor

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatra Utara mengaku kecewa atas penetapan Upah Minimum Provinsi Sumut tahun 2022.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan / Array
Ketua DPW FSPMI Sumut Willy Agus Utomo. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatra Utara mengaku kecewa atas penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut tahun 2022 yang naik hanya sebesar Rp 23.126,94 atau berkisar 0,93 persen.

Ketua FSMPI Sumut Willy Agus Utomo menyebutkan, besaran kenaikan upah tersebut lebih murah dari tarif biaya parkir sepeda motor. Menurutnya bila dibagi per hari, maka tidak sampai dua ribu rupiah.

"Kita ambil lagi contoh UMK Medan tahun 2021 kemarin sebesar Rp.3.329.867. Kalau 1 persen berarti kenaikan hanya kurang lebih Rp 33 ribu rupiah. Juga tidak sampai dua ribu rupiah per hari. Sementara kita semua bayar parkir motor saja dua ribu setiap hari bahkan bisa berkali-kali dalam sehari, ini sangat terlalu, dan miris nasib kaum buruh saat ini," jelas Willy, Sabtu (20/11/2021).

Ia pun menilai, minimnya kenaikan UMP Sumut tersebut merupakan bentuk diskriminasi.

Menurutnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak peka dan peduli terhadap buruh.

"Tahun kemarin (2021) UMP dan UMK se-Sumut tidak naik. Dia bilang prihatin sama pengusaha, padahal inflasi dan pertumbuan ekonomi pada tahun lalu sekitar 6 persen. Kini giliran buruh sudah susah karena tidak naik gajinya, malah tetap mengabaikan tuntutan buruh," ucap Willy.

Melihat kondisi itu, FSPMI Sumut berencana menggelar aksi turun ke jalan, atau bahkan sedang menyiapkan aksi mogok kerja nasional.

"Kita akan siapkan aksi, kita protes tegas atas kenaikan yang sangat menyakiti hati buruh, kami serikat pekerja serikat buruh yang ada di Sumut akan bersatu untuk menggelar aksi bersama, bahkan awal Desember nanti kami akan melakukan mogok kerja nasional, sekali lagi kami menolak kenaikan UMP Sumut, dan menuntut kenaikan 7 - 10 persen," tegas Willy.

Diketahui Pemprov Sumut telah menetapkan UMP Sumut yang akan berlaku mulai Januari  2022 sebesar Rp 2.522.609,94, atau naik sekitar 0,93 persen. Sedangkan UMP Sumut di tahun 2021 sama dengan UMP tahun 2020 yakni sebesar Rp 2.499.423. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved