Breaking News:

Wali Kota Medan Pengin Keluarkan Medan dari Predikat Kota Terjorok, Pengamat Begini Seperti Ini

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan, penanganan kebersihan di Kota Medan menjadi program prioritasnya.

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution langsung fokus terhadap penanganan masalah kebersihan dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas utama yang harus dituntaskan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan, penanganan kebersihan di Kota Medan menjadi program prioritasnya. Oleh sebab itu, ia akan melakukan langkah strategis dan terukur yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Beberapa langkah itu antara lain adalah mengalihkan sebagian kewenangan pengelolaan persampahan dari dinas kebersihan dan pertamanan kepada camat. Selain itu, ia juga menetapkan kawasan pasar bersih, juga menetapkan enam Lingkungan di 3 Kecamatan (Medan Petisah, Medan Deli, Medan Labuhan) menjadi kawasan bebas sampah.

Kebijakan ini menjadi energi yang mendorong pemerintahan di wilayah-wilayah kecamatan lebih aktif, iniastif, responsif dalam menangani kebersihan di wilayahnya.  

Kecamatan yang wilayahnya belum ditetapkan menjadi kawasan bebas sampah pun makin terdorong bekerja lebih baik dalam penanganan sampah. Mereka ini giat berusaha mewujudkan kawasan di wilayahnya menjadi kawasan bebas sampah. Salah satunya adalah Kecamatan Medan Marelan.

"Kami terus mengoptimalkan penanganan kebersihan di wilayah kami. Ini merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan, yang secara langsung merupakan amanah juga bagi kami di pemerintahan kecamatan untuk mengerjakannya," ujar Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus. 

Yunus memaparkan, setelah pengalihan sebagian kewenangan pengelolaan persampahan dari dinas kebersihan dan pertamanan, saat ini Kecamatan Medan Marelan memiliki enam Bestari, lima truk, 17 Melati, ditambah 5 pengawas kebersihan.

Dia juga memaparkan, Medan Marelan terdiri dari 5 kelurahan, 88 lingkungan, dengan 184 jiwa penduduk, dan 48 ribu rumah yang kita layani.

"Untuk mengoptimalkan kekuatan yang ada, kita  membentuk Petugas Kebersihan Swadaya Lingkungan. Alhamdulillah, hari ini sudah ada 48 Petugas Kebersihan Swadaya. Mereka ini menambah personil petugas kebersihan yang sudah ada," ujar Yunus,  seraya mengatakan setiap personil Petugas Kebersihan Swadaya Lingkungan ini bertugas di dua atau tiga Lingkungan.

Yunus menambahkan, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengangkutan sampah, pihaknya kembali mengkaji rute yang ada dan melakukan perubahan. Personil petugas kebersihan, lanjutnya, tidak lagi berdasarkan kelurahan
namun, berdasarkan rute.

Dengan demikian, satu petugas bisa saja mencover dua kawasan berdekatan di dua kelurahan.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved