News Video

Jokowi Siaga 24 Jam untuk Ahok DKK Jika ada Unsur Politis yang Hambat Kerja Pertamina dan PLN

Hampir 30 menit Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada jajaran pimpinan Pertamina dan PLN, ia meminta peningkatan performa kerja.

Tayang:

TRIBUN-MEDAN.COM - Hampir 30 menit Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada jajaran pimpinan Pertamina dan PLN, termasuk kepada Ahok.

Jokowi meminta peningkatan performa kerja.

Bahkan, Presiden siap dihubungi 24 jam jika ada masalah besar yang mengadang kinerja para bos BUMN tesebut.

Satu di antaranya, adanya unsur politis.

"Silakan sampaikan kepada saya atau ke Pak Menteri terlebih dahulu. Kalau ada persoalan-persoalan yang memang mentok besar dan ada politisnya, silakan saya buka pintu saya. Jam berapa pun," ujar Jokowi saat memberi pengarahan kepada Direksi dan Komisaris Pertamina dan PLN di Istana Negara sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/11/2021).

"Kalau ada hal yang besar, yang mungkin perlu dukungan politis, saya (akan) sampaikan mungkin: Jalan Terus, saya di belakangmu. Itu," tegasnya.

Jokowi pun menjelaskan, arahannya secara blak-blakan kali ini demi untuk kebaikan Pertamina, PLN maupun negara.

Dia berharap apa yang sudah diungkapkan tadi bisa ditindaklanjuti dan diimplementasikan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara pun menceritakan pengalamannya saat melawat ke Uni Emirat Arab (EUA) beberapa waktu lalu.

Jokowi menuturkan, dia mendapat pujian dari dua pemimpin negara tersebut karena proses birokrasi yang sudah berubah.

"Kemarin dua kali saya bertemu dengan Perdana Menteri (PM) dan Ruler of Dubai. Satu lagi dengan Crown Prince Abu Dhabi. Apa yang mereka sampaikan kepada saya yang saya seneng banget? Presiden Jokowi, saya melihat, Indonesia sekarang sudah berubah baru," ujarnya.

"Saya tanya kenapa? Apanya? (Dijawab) Semuanya serba cepat. Saya minta ini dikerjain. Saya minta ini sehari, dua hari sudah selesai. Beda seperti yg sebelumnya," lanjut kepala negara.

Kedua pemimpin yang ditemuinya itu pun menyampaikan, sebelumnya mereka merasa kesulitan saat berhubungan dengan birokrasi maupun BUMN.

Sehingga Jokowi meminta persepsi dari negara lain yang sudah baik kepada Indonesia menjadi runtuh.

"Kita sendiri itu pusing betul berhubungan dengan, baik dengan birokrasi maupun dengan BUMN," ungkap Jokowi menirukan kedua pemimpin.

"Sehingga ini, jangan sampai, persepsi itu runtuh gara-gara apa yang tadi saya sampaikan tidak dikerjakan dengan cepat," tegasnya.

Berita dilansir dari Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved