Breaking News:

Banjir Masih Rendam Pemukiman Warga Tebingtinggi, Warga Ini Mengaku Sulit Dapat Bantuan Sembako

"Kami warga disuruh datang ke kantor lurah untuk ambil obat, sedangkan kami masih kebanjiran," ujar Deviani. 

TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Kondisi rumah warga terendam banjir di Jalan Griya, Kampung Cina, Lingkungan I, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Banjir masih merendam sebagian rumah di Kota Tebingtinggi, Senin (22/11/2021) sore. 

Amatan www.tribun-medan.com saat menyambangi lokasi rumah warga yang masih terendam banjir di Jalan Griya, Kampung Cina, Lingkungan I, Kecamatan Tebingtinggi Kota, ketinggian air masih merendam rumah warga setinggi paha orang dewasa. 

"Ini naik airnya dari pukul 14.00 WIB, Minggu (21/11/2021). Ketinggian air mencapai satu meter, atau setinggi pinggang orang dewasa, tapi dirumah saya waktu itu sudah sedada," ujar warga, Deviani Lubis. 

Lanjut Deviani, meski banjir masih merendam sejumlah rumah di Jalan Griya, namun kondisi air disekitaran tempat ia tinggal, saat ini sudah mengalami banyak penurunan.

"Kondisi hari ini masih banjir, kalau penurunan debit air hari ini cukup banyak turunnya. Kalau semalam itu sampai sedada, dan rumah pun tenggelam," ujar Deviani. 

"Kondisi di rumah saya masih banjir halamannya. saat ini saya masih bertahan di dalam rumah karena kondisi rumah permukaannya tinggi," sambungnya. 

Sementara itu, saat disinggung soal bantuan berupa obat-obatan, Deviani mengatakan bahwa, warga diminta untuk datang ke kantor lurah. 

"Kami warga disuruh datang ke kantor lurah untuk ambil obat, sedangkan kami masih kebanjiran," ujar Deviani. 

Menurutnya, bantuan berupa sembako sampai saat ini belum ada, cuma dari posko ada bantuan berupa nasi sebungkus.

"Nasi bungkusnya cuma satu dikasih, dan itupun saya bagi untuk tujuh orang di dalam rumah. Kami berharap pemerintah memperhatikan kami," ujar Deviani.

Deviani menambahkan, ia bekerja sehari-hari di rumah makan, namun karena banjir rumah makan tempat ia bekerja pun tutup. 

"Biasanya airnya ini surut 3-4 hari, semoga segera lah. Biar semua normal kembali," tutup Deviani. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved