Breaking News:

Ditawari Kerja sebagai Peracik Kopi, Tiga Gadis Ini Ternyata Disuruh Layani Om-Om di Warung Tuak

Tiga siswi di Kota Medan mengaku menjadi korban perdagangan manusia seorang pelajar yang diduga merupakan muncikari.

Penulis: Alfiansyah | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
ibu salah satu korban usai melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN - Tiga siswi di Kota Medan mengaku menjadi korban perdagangan manusia seorang pelajar yang diduga merupakan muncikari.

Ketiga siswi tersebut berinisial FK (14), WA (16) dan A (15). Ketiga bocah belia ini awalnya ditawarkan oleh SL (17) yang diduga mucikari untuk bekerja sebagai peracik kopi di salah satu Kafe di daerah Namo rambe, Deliserdang.

Menurut pengakuan FK, ia bersama dua temannya, awalnya mereka melarikan diri dari rumah, karena ada ada permasalahan keluarga. Lalu, ketiganya  meminta pekerjaan kepada S.

"Kami minta dicarikan pekerjaan, tapi kerja yang bagus. Lalu, si S ini bilang ada ini kerjaan, di kafe cuma buat-buat kopi," katanya, Senin (22/11/2021).

Setelah ketiganya sepakat, mereka bertemu dengan S di rumahnya di kawasan Helvetia. Lalu, para korban ini langsung dibawa ke kafe di kawasan Namo Rambe.

"Habis itu dibawa kakak (S) itu ke Namo Rambe sama om-om dua orang," sebutnya.

Fk mengatakan, sesampainya disana. Ternyata kafe yang dijanjikan tersebut merupakan warung tuak.

"Sampai disitu kami, rupanya tempatnya tempat orang minum tuak gitu," tuturnya.

Sehari bekerja, mereka dituntut untuk berpenampilan menarik. Dan melayani para tamu yang ada di sana.

"Disitu kami disuruh besolek-solek, godain laki-laki, ngawani om-om minum tuak," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved