Breaking News:

Minta Pungli Dibasmi, Puluhan Pengelola Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Datangi Kantor DPRD

Puluhan pengelola obyek wisata air panas Sidebuk-Debuk, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Karo, Senin (22/11/202).

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Puluhan pelaku usaha objek wisata air panas Sidebuk-debuk bertemu anggota DPRD Karo, Senin (22/11/2021). Pada pertemuan ini, pengusaha air panas meminta kepada Pemkab dan DPRD Karo untuk membasmi aktivitas Pungli di jalan masuk ke objek wisata ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Puluhan pengelola obyek wisata air panas Sidebuk-Debuk, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Karo, Senin (22/11/202). Para pengusaha ini, merupakan pemilik objek wisata pemandian air panas yang ada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka.

Berdasarkan keterangan dari seorang peresmian pengusaha air panas Trio Endo Surbakti, menjelaskan kedatangan mereka ke kantor anggota legislatif ini untuk menuntut agar aktivitas dugaan Pungutan Liar (Pungli). Dirinya menjelaskan, semua pengelola objek wisata di kawasan Sidebuk-Debuk sudah resah dengan adanya oknum yang melakukan pengutipan di kawasan pintu masuk objek wisata ini. 

"Kami dari perwakilan pengusaha air panas meminta untuk tidak ada lagi Pungli. Pungli ini, di jalan mulai dari pintu masuk Desa Doulu hingga Desa Semangat Gunung," ujar Trio. 

Ketika ditanya seperti apa kondisi aktivitas dugaan Pungli yang terjadi di kawasan objek wisata ini, pria berbaju biru itu menjelaskan jika hingga saat ini sudah meresahkan wisatawan hingga pengusaha. Pasalnya, aktivitas yang sudah berlangsung beberapa bulan ini, tak hanya terjadi di satu tempat saja. 

Bahkan, beberapa waktu terutama masa akhir pekan dan libur nasional Pungli ini bisa mencapai tiga tempat. Di mana lokasi pertama berada di depan pintu masuk yang berada di kawasan Desa Doulu, kemudian di perbatasan antara Desa Doulu dan Desa Semangat Gunung, hingga di pintu masuk Desa Semangat Gunung. 

"Pungli ini sudah sangat meresahkan, karena berlapis ada tiga titik pengutipan. Ini sudah hampir setahun," ucapnya. 

Sehingga, pengunjung yang datang untuk menikmati objek wisata ini dikutip sebanyak empat kali, karena terakhir harus membayar di pintu masuk lokasi kolam air panas. Tak pelak, kondisi ini sangat dikeluhkan oleh wisatawan yang datang karena banyaknya pengutipan. 

"Jadi kami yang terkena imbas. Pengunjung resah terlalu banyak pengutipan," ungkapnya. 

Untuk itu, dengan kedatangan mereka ke kantor dewan ini meminta agar anggota legislatif membantu menyelesaikan permasalahan ini. Selain itu, mereka juga meminta ketegasan dari Pemkab Karo dan pihak keamanan untuk menghentikan aktivitas Pungli ini secepatnya. 

Para pengusaha ini diterima lansung oleh Ketua DPRD Karo Iriani br Tarigan, Wakil DPRD Karo, serta beberapa orang anggota DPRD Karo. Selain itu, tampak juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo Munarta Ginting, dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo. (cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved