Breaking News:

Plt Kadisdik Tanjungbalai Sebut Pernah Diminta Rp 50 Juta untuk Jabatan Kadis

Plt Kadisdik Tanjung Balai Azhar mengaku pernah diminta uang Rp 50 juta oleh seseorang kepling bernama Sajan.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI
Sidang lanjutan dugaan jual beli jabatan yang menjerat mantan Sekertaris Daerah Tanjungbalai Yusmada di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Plt Kadisdik Tanjung Balai Azhar mengaku pernah diminta uang Rp 50 juta oleh seseorang bernama Sajan, jika mau menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Tanjungbalai.

Pengakuan ini diungkapkannya dalam sidang lanjutan dugaan jual beli jabatan yang menjerat mantan Sekertaris Daerah Tanjungbalai Yusmada di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (22/11/2021).

"Sajan minta Rp 50 juta, saya tak kasih saya tak percaya. Saya bilang anda kapasitasnya sebagai apa? Lalu katanya dia bisa bantu," kata Azhar saat dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Azhar mengaku dihubungi oleh Sajan melalui telepon dan ditawari bisa menang dalam seleksi menjadi Kadisdik dengan syarat menyetor uang Rp 50 juta.

"Saya ikut seleksi saat itu, dan sampai tahap akhir dihubungi Sajan melalui telpon," bebernya.

Saat dicecar JPU apakah saksi tau hubungan Sajan dengan Wali kota Tanjungbalai, Azhar mengaku tidak tahu. Ia pribadi mengaku tidak bertemu langsung dengan Sajan selama proses seleksi menjadi Kadisdik dan hanya mengenalnya sebagai seorang Kepling.

"Engak tahu, Pak. Setahu saya, dia kepling," bebernya.

Selain Azhar, dalam sidang tersebut Jaksa turut menghadirkan kepala BKD Tanjungbalai Abu hanifa ke persidangan. Dalam kesaksiannya, Abu mengaku tidak tau adanya dugaan praktik jual beli jabatan Sekda di Tanjungbalai.

"Setelah di KPK baru tahu," ucapnya.

Usai mendengar keterangan para saksi, Majelis Hakim yang diketuai Eliwarti menunda sidnnag pekan depan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved