Breaking News:

Rekrutmen PPPK Tenaga Guru Tahun 2022, FGTT Sumut Minta Penambahan Kuota

Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Sumatra Utara meminta Pemerintah Provinsi untuk menambah kuota rekrutmen PPPK Tenaga Guru pada tahun 2022.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Beberapa peserta ujian PPPK yang sedang melaksanakan ujian di SMA 10 Kota Medan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Sumatera Utara meminta Pemerintah Provinsi untuk menambah kuota rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Guru pada tahun 2022.

Ketua FGTT Sumut Fadlan Lubis mengatakan, pihaknya mendapat kabar bahwa Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran untuk rekrutmen PPPK pada tahun 2022 hanya untuk 1.000 formasi.

"Kami minta penambahan anggaran untuk formasi 3.000 guru di Sumut tahun 2022, di luar kesepakatan KUA PPAS Tahun Anggaran 2022 karena dianggap kebutuhan mendesak sesuai PP 49," kata , Senin (22/11/2021).

Menurutnya, dari 1.000 formasi rekrutmen PPPK di tahun 2022, tidak seluruhnya untuk tenaga guru. 

Tenaga guru terdiri dari 900 formasi. Sedangkan sisanya untuk tenaga penyuluhan dan kesehatan.

Menurutnya, pada Padahal di tahun 2021 ini, Pemprov Sumut yang awalnya mengusulkan 10.991 formasi PPPK, meminta kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pengurangan menjadi 3.000 formasi.

"Lantas kenapa dikurangi menjadi 1.000 formasi di 2022? Kami khawatir pengurangan ini lantaran ada kepentingan anggota dewan di dalamnya," ujar Fadlan. 

Faldan mengungkapkan, bahwa FGTT Sumut terdiri dari guru tingkat SDLB Negeri, SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri, yakni terdapat 7.856 guru.

Maka, pihaknya meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut dan DPRD Sumut untuk melakukan validasi data Guru Tidak Tetap (GTT).

"Begitupun kami tetap memberikan apresiasi kepada Gubernur Edy Rahmayadi yang telah membuka formasi 900 orang pengangkatan PPPK tahun 2022, serta alokasi penambahan gaji guru Rp 90.000/jam," ungkapnya. 

Kepala Biro Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otda Sumut, Ahmad Rasyid Ritonga yang menerima FGTT Sumut mengaku akan menindaklanjuti masukkan tersebut ke pimpinan.

"Kita tahu bahwa guru adalah ujung tombak dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Rasyid.

"Tentu kami akan sampaikan usulan kawan-kawan Forum GTT Sumut ini kepada Bapak Gubernur," pungkasnya. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved