Breaking News:

Rem Blong di Tanjakan Jalur Alternatif Karo-Langkat, Ibu dan Anak Masuk ke Jurang

Korban mengendarai sepeda motor jenis matic di Jalan Binjai-Telagah Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Sei Bingai, Langkat, Sabtu (20/11/2021) petang.

Editor: Liston Damanik
BBC
Ilustrasi jenazah. 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - SD (50) meninggal dunia setelah masuk ke jurang di Dusun Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Senin (22/11/2021). 

Warga Jalan Pertahanan, Gang Garuda, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, Kota Medan ini tergelincir bersamaan dengan anaknya AMS (21). 

Saat itu, korban mengendarai sepeda motor jenis matic di Jalan Binjai-Telagah Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Sei Bingai, Langkat, Sabtu (20/11/2021) petang. 

Peristiwa nahas yang terjadi di jalur alternatif Langkat-Karo melalui Kota Binjai ini diduga akibat rem blong. Korban yang tergelincir ke jurang diketahui oleh warga beberapa saat setelah kejadian dan akhirnya dievakuasi. 

Si anak yang mengemudi sepeda motor mengalami luka robek dan pendarahan di hidung, luka robek pada pergelangan kaki kiri, memar di kepala hingga patah tulang kaki kiri yang dilarikan ke Puskesmas Namu Ukur. Sementara si ibu yang dibonceng mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kiri, memar di wajah hingga tak sadarkan diri. 

"Keduanya dibawa ke Puskesmas Namu Ukur dan dirujuk ke RSUD Djoelham Binjai," ujar Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Binjai Ipda Abdul Sani. 

Dia menambahkan, peristiwa nahas ini dialami oleh korban ketika dalam perjalanan pulang dari Pamah Semelir. Saat di TKP, kata Kanit, sepeda motor Honda Scoopy mereka hilang kendali hingga masuk ke dalam jurang.

Akibatnya, pengendara dan penumpang mengalami luka hingga sepeda motor rusak berat.

"Kendaraan yang mengalami kecelakaan sudah dibawa ke Kantor Unit Laka Polres Binjai," jelansya. 

Kini, jasad korban sudah dijemput oleh pihak keluarga di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Binjai. 

Suasana duka menyelimuti rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai saat keluarga menjemput jasad SD untuk disemayamkan. 

"Sudah dijemput keluarga itu untuk yang korban meninggal dunia. Saya tadi barus tanya dengan dokter forensik. Kalau untuk anaknya yang masih dalam perawatan, kami belum tahu," ujar Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr David Tambunan saat dikonfirmasi. (wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved