Breaking News:

36 Desa di Toba Blank Spot, Wakil Bupati Minta Perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika

Pemerintah Kabupaten Toba berharap pemerintah pusat memperhatikan puluhan desa di daerah itu yang berstatus blank spot.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tahap IV Penyusunan Master Plan Kota Cerdas Kabupaten Toba, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Pemerintah Kabupaten Toba berharap pemerintah pusat memperhatikan puluhan desa di daerah itu yang berstatus blank spot.

Blank spot adalah kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau tidak terlingkupi oleh sinyal komunikasi. 

Dalam penandatanganan MoU antara Pemkab Toba dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Wakil Bupati Toba Tonny M Simanjuntak meminta perhatian serius soal blank spot karena menjadi hambatan dalam program Smart City. 

"Kita punya beberapa daerah yang blank spot. Kita akan bersinergi dengan pemerintah pusat. Kita sudah sampaikan jumlah daerah dan nama-nama daerah yang blankspot," ujar Wakil Bupati Toba Tonny M Simanjuntak pada Selasa (23/11/2021). 

"Ada 36 desa yang blankspot di darah Kabupaten Toba. Mudah-mudahan dengan kehadiran pihak Kominfo pusat, hal ini bisa kita tanggulangi," sambungnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya kini masih mencari dan menyinkronkan data agar pembangunan Kabupaten Toba dapat berjalan lancar. 

"Dengan hadirnya dari Kominfo pusat dalam empat kali pertemuan, kita mencari dan menyinkronkan data dalam pembangunan di Kabupaten Toba," terangnya. 

"Hal ini kita lakukan guna menyongsong tahun 2022 sebab Toba adalah bagian dari KSPN," sambungnya. 

"Debgan dilakukannya pendampingan Smart City ini, kita dapat menciptakan integritas dan pengumpulan data dalam pengembangan Smart City di Kabupaten Toba," ungkapnya. 

Dan program Smart City tersebut dapat dilakukan pada tahun 2022.

"Kami harapkan hal ini dapat kita implementasikan di tahun 2022," sambungnya. 

Enam dimensi sasaran pembangunan Smart City yakni, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment.

Pejabat  Kominfo RI Barry Simorangkir selaku pembimbing, menyebutkan konsep Smart City wajib diterapkan untuk dilakukan oleh setiap kabupaten/kota dengan pemanfaatan teknologi dan tata kelola daerah demi menciptakan efisiensi, memperbaiki peningkatan pelayanan publik dan menciptakan kesejahteraan warga.

"Rencana pelaksanaan program Smart City di Kabupaten Toba tentu tidak lepas dari penetapan kawasan pariwisata prioritas Danau Toba. Seluruh pemangku kepentingan, OPD harus bersama-sama melakukannya," jelasnya.

Kadis Kominfo Lalo Simanjuntak, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan dan menyusun  rencana kota cerdas dan menentukan program unggulan yang ada di Kabupaten Toba yang diharapkan dapat menjadi cikal bakal penerapan Smart City sehingga peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. (cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved