Breaking News:

News Video

Akibat Banjir, Jembatan Penghubung Dua Kabupaten di Dolok Merawan Sergai Putus

Wakil bupati Sergai ini menambahkan, proses pelelangan jembatan itu akan dilakukan di Desember 2021, dan pembangunan akan dimulai pada Januari 2022

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: heryanto

Akibat Banjir, Jembatan Penghubung Dua Kabupaten di Dolok Merawan Sergai Putus

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Jembatan yang mengubungkan Dusun IV dan Dusun V Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, putus karena kena dampak banjir yang merendam wilayah tersebut.

Selain itu, jembatan yang runtuh ini juga menghubungkan antar dua kabupaten yakni Kabupaten Serdangbedagai dan Kabupaten Simalungun.

Mendengar hal tersebut, Wakil Bupati Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan langsung turun kelokasi untuk melihat keadaan pasca putusnya jembatan tersebut karena terkena banjir.

"Jembatan ini runtuh karena ada bencana banjir sehingga menyebabkan jembatan putus. Tak hanya jembatan yang putus tapi juga ada beberapa rumah yang terkena banjir. Saya datang untuk mengecek langsung di lokasi," ujar Adlin, Selasa (23/11/2021).

Lanjut Adlin, kedatanganya bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada warga yang terkena banjir, tetapi juga untuk mencari solusi agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

"Jembatan yang longsor ini Insyaallah dalam waktu dekat akan segera dilakukan pelelangan dan dibangun jembatan yang baru. Panjang jembatannya sepanjang 15 meter dan lebarnya 6 meter," ujar Adlin.

Wakil bupati Sergai ini menambahkan, proses pelelangan jembatan itu akan dilakukan di Desember 2021, dan pembangunan akan dimulai pada Januari 2022 ketika sudah selesai dilelang.

Adlin juga berpendapat bahwa desa tersebut harus bebas dari banjir. Oleh karena itu penanganan banjir di desa tersebut harus bagus sehingga tidak terjadi hal serupa lagi.

"Airnya sudah surut tapi kami datang memberikan bantuan sebagai bukti bahwa pemerintah hadir dan turut merasakan kesusahan masyarakat di Dolok Merawan," ujar Adlin.

Sementara itu, Kepela Desa Dolok Merawan, Pujiono mengatakan, jembatan yang runtuh di Dusun IV itu terjadi pada malam hari ketika banjir melanda. Sehingga debit air yang tinggi membuat jembatan longsor.

"Kejadian itu terjadi pada hari Minggu kemarin, sekitar pukul 02.00 WIB dinihari," ujar Pujiono.

"Banjir terjadi karena hujan deras sehingga debit air tinggi. Kemarin ada sekitar 20 kepala keluarga yang terkena dampak banjir di Dolok Merawan ini," sambungnya.

Sedangkan saat ini, bagi warga yang hendak melintasi jembatan tersebut, terpaksa harus memilih jalan arternatif.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved