Breaking News:

BRIPKA Rahmat Bantah Cabuli Istri Tahanan, Korban Beberkan Bukti di Punggung Pelaku Ada Tahi Lalat

Bripka Rahmat membantah telah melecehkan dan menyetubuhi istri tahanan yang ditangkapnya.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Kuasa hukum korban dugaan pencabulan dan pemerasan terhadap istri tahanan narkoba Polsek Kutalimbaru, Riadi saat memberi keterangan di Bid Propam Polda Sumut, Selasa (24/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bid Propam Polda Sumut menunda hasil keputusan soal kasus dugaan rudapaksa dan pemerasan yang dilakukan oleh anggota Polsek Kutalimbaru, Bripka Rahmat Hidayat Lubis.

Dalam sidang, Bripka Rahmat membantah telah melecehkan dan menyetubuhi istri tahanan yang ditangkapnya.

Ia berdalih sama sekali tak melakukannya.

Namun fakta lain terungkap saat pimpinan sidang menanyakan kepada korban soal ciri tertentu yang dimiliki oleh Rahmat di tubuhnya.

MU pun langsung mencetuskan kalau di punggung Bripka Rahmat Hidayat Lubis ada sebuah tahi lalat atau tanda lahir.

Tak langsung percaya, pimpinan sidang pun langsung menyuruh Bripka Rahmat Hidayat Lubis membuka seragam yang ia kenakan.

Ketika dibuka ternyata benar yang disebut oleh MU ada sebuah tanda lahir.

"Artinya, pada saat didalam hotel RHL sudah buka baju makanya pada saat diminta penjelasan oleh pimpinan sidang, MU bisa menjelaskan bahwa ada tanda kelahiran di belakang tubuh RHL. Itupun dia masih membantah,"kata kuasa hukum korban, Riadi, Selasa (23/11/2021).

Tak hanya itu, di dalam sidang kode etik tersebut rupanya turut dihadirkan mobil yang diduga digunakan Bripka Rahmat untuk membawa MU ke sebuah hotel.

Saat itu MU disuruh melihat beberapa mobil yang ia kenali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved