Breaking News:

Gempa Bumi

Gempa Bumi Guncang Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera Hingga Terasa di Nias

BMKG Wilayah I Medan mendeteksi adanya gempa bumi di kawasan Samudera Hindia Barat Sumatera yang getarannya terasa hingga ke Nias

Pixabay.com
Gempa bumi di Sulawesi Utara 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mendeteksi adanya gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo M 5,0 mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Selasa (23/11/21) pada pukul 04.13.53 WIB.

Berdasarkan hasil analisis BMKG Wilayah I Medan, gempa bumi ini menunjukkan parameter awal magnitudo M 5,0 yang kemudian memiliki parameter update M 4,9.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,36° LU, 96,58° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 123 Km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 Km. 

Baca juga: Getaran Gempa Bumi Tapsel Sampai ke Tapteng, Warga : Gempa Kali Ini yang Terbesar dalam Sepekan

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi lempeng Samudera pada zona outer rise. 

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, dari hasil analisis menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).

"Berdasarkan estimasi dari peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini berpotensi dirasakan di daerah Sirombu, Nias Barat dengan skala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami," ujarnya. 

Masih dikatakan Bambang, hingga Selasa (23/11/21) pukul 04.43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Baca juga: Sipirok Berkali-kali Diguncang Gempa Bumi, Berikut Penjelasan BMKG Wilayah I Medan

Dalam hal ini masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved