Breaking News:

Medan Level 3 saat Nataru, PHRI Sumut Sebut Tidak ada Acara Malam Tahun Baru di Hotel

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Sumut Denny Wardhana mengungkapkan jika kebijakan PPKM level 3 ini membuat pengusaha hotel salah.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Santika Premiere Dyandra Hotel 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah menetapkan PPKM level 3 jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 24 Desember-2 Januari 2022 mendatang.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Sumut Denny Wardhana mengungkapkan jika kebijakan PPKM level 3 ini membuat pihak pengusaha hotel serba salah.

"Kebijakan ini membuat kita serba salah. Ya kita berpikirnya kebijakan ini untuk memutus mata rantai penyebaran. Mungkin juga PPKM level tiga tidak seberat PPKM level 4. Ya ada acara yang dibatasi selama PPKM nataru ini berlangsung. Mau tidak mau kita harus dukung karena kita tidak mau ada lonjakan lagi," ungkap Denny, Selasa (23/11/2021).

Dijelaskan Denny, selama PPKM Level 3 saat nataru, hotel di Sumut akan mengetatkan protokol kesehatan dengan memaksimalkan aplikasi peduli lindungi dan meniadakan acara perayaan tahun baru di dalam hotel.

"Acara malam tahun baru otomatis tidak ada. Berarti hanya ada staycation saja di hotel. Tapi acara tidak ada. Kalau untuk jumlah kamar tidak ada pembatasan, yang dibatasi itu di restoran. Kalau untuk pembatasan untuk kamar juga belum bisa kita prediksi, mungkin di atas tanggal 15 Desember," jelasnya.

Sementara itu, Denny menyebutkan jika per November 2021 ini okupansi hotel masih berada di atas 50 persen.

"Okupansi lebih kurang masih di atas 50 persen. Kalau untuk nataru ini kita berharap setingginya persentase okupansi. Tapi kita tidak bisa prediksi harus target berapa persen karena kita harus mengikuti aturan. Misalnya, kita buat target persentase terus rupanya ada peraturan baru kan jadi buyar semuanya," ujarnya.

Sekarang kita lagi menunggu aturan-aturan yang harus kita jalankan seperti apa," lanjutnya.

Sementara itu, Denny juga berharap agar nantinya saat PPKM level 3 diterapkan saat nataru, penggunaan aplikasi Pedulilindungi dapat termaksimalkan dengan baik.

"Saran saya yaitu kita bisa mengontrol melalui aplikasi Pedulilindungi. Ini kan salah satu untuk tracing juga agar semua nyaman. Kalau ini dijalankan saya pikir akan lebih terkendali jika ada indikasi kasus," kata Denny.

"Prokes ini harus perketat, tidak boleh longgar. Masalahnya pandemi ini belum selesai harapannya jangan sampai lalai prokesnya, kalau tidak kita akan kembali ke PPKM yang berat itu, kan merugikan kita semua. Tidak hanya PHRI saja yang melakukannya, tapi menggandeng stakeholder," pungkasnya. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved