Breaking News:

News Video

Pungli Masih Marak, Pengelola Objek Wisata Sidebuk-Debuk Kembali Datangi Kantor DPRD Karo

Puluhan orang yang merupakan pengelola atau pemilik usaha di kawasan objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk, kembali mendatangi Kantor Dewan

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Risky Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Puluhan orang yang merupakan pengelola atau pemilik usaha di kawasan objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk, kembali mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo, di Jalan Veteran, Kabanjahe.

Kedatangan mereka kali ini, untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dijanjikan oleh DPRD setelah pertemuan kemarin.

Amatan www.tribun-medan.com, pada saat RDP yang digelar di ruang rapat Kantor DPRD Karo ini, dihadiri lansung oleh Ketua DPRD Karo Iriani br Tarigan beserta beberapa anggota dewan.

Selain itu, terlihat juga Bupati Karo Cory br Sebayang, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, serta perwakilan dari Kodim 0205/TK.

Pada saat RDP ini, para pengusaha objek wisata di Sidebuk-Debuk kembali menjelaskan tuntutan mereka atas keresahan yang mereka alami tentang adanya aktivitas Pungutan Liar (Pungli).

Di hadapan Bupati serta anggota dewan, mereka kembali meminta penindakan yang dilakukan untuk membasmi praktek ilegal tersebut.

"Kami meminta agar Pungli ini segera ditindak, karena tidak sesuai dengan ketentuan yang ada," ujar seorang perwakilan warga.

Pria yang mengenakan topi berwarna hitam itu mengatakan, mereka juga sudah lelah dengan aktivitas yang selama ini dianggap masih terus menerus dilakukan.
Terlebih, beberapa waktu sempat ada oknum pelaku Pungli yang ditangkap namun kembali dilepas.

"Kalau memang ini melanggar, lakukan penindakan sesuai dengan prosedur. Kami menunggu tindakan selanjutnya dari Pemkab Karo," ungkapnya.

Menanggapi tentang laporan dari masyarakat ini adanya pelaku yang dilepas, Kapolres Tanah Karo angkat bicara. Yustinus menjelaskan, hingga saat ini saat adanya oknum yang ditangkap, tak berselang lama datang dari pihak yang mengaku korban maupun kerabat dari pelaku ini untuk berdamai.

"Makanya saran kita jangan ada lagi yang menjamin, agar bisa kita proses," ucapnya.

Di tempat serupa, Bupati Karo Cory br Sebayang mengaku jika pihaknya saat ini tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) unjuk menyelesaikan masalah ini.
Dirinya mengatakan, adapun Perda yang diusulkan ialah agar Pemkab bisa melakukan pengutipan retribusi secara sah.

"Sekarang Perdanya lagi kita godok," katanya.

Diketahui, permasalahan tentang adanya aktivitas Pungli ini sudah sangat meresahkan baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang ada di Desa Semangat Gunung. Pasalnya, beberapa waktu oknum yang melakukan pengutipan ini membuat pos sebanyak tiga titik di sepanjang jalan menuju objek wisata tersebut.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved