Breaking News:

Bah, Kejari Siantar tak Percaya Percaya Fungsi BPK RI Mengaudit Kerugian Negara

Kejari Siantar tak percaya dengan BPK RI yang melakukan audit soal adanya penyimpangan anggaran proyek jembatan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Rabu (24/11/2021)/(Tribun Medan - Alija Magribi) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR- Kejaksaan Negeri Pematangsiantar tak mempercayai kapabilitas auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut, dalam menghitung dugaan kerugian negara dalam proyek Jembatan VIII Sta 13+441 sampai dengan Sta 13+436, senilai Rp 2,9 Miliar dari pagu anggaran Rp 14,4 miliar, April 2020.

Kejaksaan malah mengaudit kerugian negara sendiri dengan menggandeng Politeknik Negeri Medan (Polmed) terhadap proyek tersebut, dengan hasil kerugian negara yang jauh lebih rendah yaitu Rp 304 juta.

Kasi Intelijen Kejari Siantar, Rendra Pardede menyampaikan dirinya hanya menyampaikan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pejabat Seksi Intelijen sebelumnya.

Baca juga: Kejari Siantar Diduga Beri Diskon Rekanan Bayar Kerugian Negara Proyek Jembatan Sarat Korupsi

"Saya hanya bisa menyampaikan hasil operasi intelijen dari pejabat sebelumnya. Yang mana ada perbedaan harga gelagar jembatan dari yang dikeluarkan BPK dengan ahli dari Polmed," ujar Rendra, Selasa (23/11/2021).

Rendra mengatakan, kasus ini sudah ditutup oleh Kasi Intelijen Kejari Siantar sebelumnya, Bas Faomasi Jaya Laia, yang mana kerugian negara yang menjadi acuan adalah hasil pemeriksaan ahli dari Polmed, bukan BPK RI.

"Jadi yang kita pakai dan rekanan bayar itu analisis kerugian negara dari Polmed, yang Rp 304 juta itu," kata Rendra.

Disinggung dengan fungsi Politeknik Negeri Medan yang bukan merupakan lembaga auditor resmi pemerintah yang sah dalam undang-undang, melainkan lembaga akademik, Rendra tak bisa menjawabnya.

Baca juga: Setahun Lebih, Kerugian Negara Rp 2,9 Miliar pada Proyek Jembatan di Siantar tak Kunjung Dilunasi

"Mengenai mengapa pakai Polmed, enggak paham kita," kata Rendra.

Rendra juga tak bisa menjawab alasan Kejari Siantar yang malah menggandeng Polmed, bukannya lembaga audit milik negara lain seperti BPKP ataupun Inspektorat Daerah.

Selain itu juga, Rendra tak bisa menjawab apakah hasil pemeriksaan mereka bersama Polmed telah disingkronkan dengan BPK RI.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved