Breaking News:

News Video

Cabjari Labuhan Deli Bebaskan Kakek Penadah Barang Curian Lima Lembar Seng

Jalannya penghentian perkara tersebut dipimpin Anggara dengan menghadirkan tersangka Aslian Bin Wagino (53) dan korban Sertu Ginting. Termasuk

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: heryanto

Cabjari Labuhan Deli Bebaskan Kakek Penadah Barang Curian Lima Lembar Seng

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Seorang kakek bernama Aslian Bin Wagino (53) Warga Jalan Tanjung Selamat Gang Keluarga Dusun A Desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang bebas dari kasus pencurian 5 lembar seng. Pembebasan dilakukan oleh Anggara Surya Nagara, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Deliserdang Cabang Labuhan Deli di Kantor Kejari Deliserdang, Labuhan Deli, Jalan Titi Papan Kota Medan, Rabu (24/11/2021).

"Hari ini, Kejaksaan Deliserdang Cabang Labuhan Deli menghentikan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice,"ucap Anggara.

Jalannya penghentian perkara tersebut dipimpin Anggara dengan menghadirkan tersangka Aslian Bin Wagino (53) dan korban Sertu Ginting. Termasuk penyidik Polsek Sunggal dan Kepala Desa setempat.

Usai membacakan berita acara penghentian perkara tersebut, Anggara membuka rompi tahanan yang masih dikenakan Aslian. Kemudian, Aslian dan Ginting berjabat tangan dan berpelukan saling memaafkan di depan Kacab Kajari Labuhan Deli tersebut dan tidak melanjutkan perkara ke pengadilan.

"Jadi, sebagaimana kami sampaikan bahwa tersangka Aslian Bin Wagino ini memenuhi peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020,"terang Anggara.

Wagino juga disebut baru pertama kali melakukan perbuatannya. Kemudian, ancaman pasal kepada Wagino juga dibawah lima tahun dan nilai ekonomi dari barang yang dia beli dibawah dari Rp 5 juta.

Korban, Septu Ginting selaku pemilik 5 lembar seng dalam pertemuan tersebut mengaku memaafkan Kakek Aslian. Ginting mendukung restorative justice yang diterapkan.

Sementara itu, Kakek Aslian mengakui perbuatannya dan tidak akan mengulang kembali."Saya berterimakasih kepada Kejari Deliserdang Kacab Labuhan Deli yang telah menghentikan perkara ini dan saya tidak akan mengulangi lagi,"sebut Aslian.

Perkara itu bermula pada Senin tanggal 06 September 2021 sekitar pukul 13.00. Saat itu, Aslian Bin Wagino hendak membangun kamar tidur untuk orangtuanya di Jalan Tanjung Selamat Gang Perdamaian Desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang.

Saat membangun, kurang bahan kemudian terdakwa pergi ke Panglong untuk membeli seng dan semen. Setelah selesai memesan bahan seng dan semen di Panglong terdakwa kembali lagi rumah adiknya tenpat dua mendirikan kamar untuk orang tuanya

Pada saat itu Aslian bertemu dengan saksi Adi Pungut dan saksi Erwin Tanjung Als Leo. Black (DPO) yang duduk disamping rumah adik terdakwa menawarkan lima lembar milik korban yang dicuri Black dengan mengatakan "bayarin dong itu bang".

(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved