Breaking News:

Dua Kontainer Limbah Sampah Plastik Berbahaya dari Selandia Baru Masuk ke Belawan

Dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya asal Selandia Baru masuk ke Belawan. Diduga mengandung zat beracun

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus
TRIBUN JATIM
ILUSTRASI: Sampah plastik menggunung 

TRIBUN-MEDAN.COM,BELAWAN, - Pelabuhan Belawan Kota Medan kembali mendapat impor dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya pada Jum'at (19/11/2021) lalu.

Menurut informasi, dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya itu berasal daari Selandia Baru atau New Zealand.

Ada kabar, dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya ini milik perusahaan yang berada di Kota Binjai, Sumatera Utara. 

Dalam tahap pemeriksaan Kantor Pelayanan Bea Cukai Belawan, dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya ini berada di jalur merah.

Baca juga: BAHAYA, Tiga Peti Kemas Limbah Plastik Diduga Beracun Dikirim Amerika Hari Ini Masuk ke Belawan

Baca juga: Puluhan Warga Kebun Lada Geruduk Pabrik Plastik di Binjai, Limbah Pabrik Merusak Bibit Tanaman Warga

Adapun jalur merah menegaskan bahwa limbah sampah plastik ini benar-benar berbahaya menurut sistem, dan harus mendapatkan pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Humas Bea Cukai Belawan, Dony Muliawan saat dikonfirmasi mengatakan, dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya ini sudah dilakukan pemeriksaan.

"Limbah B3 harus mendapatkan izin dari KLHK, tapi untuk limbah yang non-B3 cukup mendapatkan surat persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan" kata Donny di Belawan, Rabu (24/11/2021). 

Mengenai masuknya dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya ini, Donny mengklaim sudah ada surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).

Baca juga: Pabrik Plastik di Binjai Dituding Penyebar Racun Lewat Limbah Bahayakan Kesehatan Warga

Baca juga: Limbah Plastik dari Amerika Masuk ke Pelabuhan Belawan, Ini Kata Wakil Wali Kota

Namun, tetap saja dua kontainer limbah sampah plastik berbahaya ini bisa mencemari lingkungan, khususnya kawasan Belawan.

Disinggung mengenai legalitas izin PT SAP dari KLHK, Dony mengaku setiap impor barang non-B3 merupakan sisa atau skrap plastik terhadap ketentuan yang itu diatur dalam Permendag nomor 83 tahun 2020 junto dengan Permendag nomor 84 tahun 2019 tentang ketentuan impor limbah non-B3 sebagai bahan baku industri. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved