Breaking News:

Buku Biografi Gubernur Sumut

Edy Rahmayadi Sempat tak Bernapas dan Lahir Dalam Keadaan Sungsang Dua Belitan

Edy Rahmayadi ternyata sempat tak bernapas dan lahir dalam keadaan sungsang dua belitan. Hal itu diceritakannya saat melaunching buku biografi

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
HO/Chandra/tri bun medan
Edy Rahmayadi saat memberi imbauan melalui streaming dari kantor Gubsu, Sabtu (4/4/2020). Edy mengimbau kepada warga Sumut agar tidak mudik sementara waktu di tengah wabah virus Corona 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi ternyata sempat tak bernapas dan lahir dalam keadaan sungsang dua belitan.

Bukan cuma itu saja, saat dilahirkan, Edy Rahmayadi mengatakan dirinya sempat akan dikorbankan, mengingat kondisi ibunya ketika melahirkan dianggap tidak baik-baik saja.

"Bidan di rumah sakit Angkatan Laut di Sabang bilang, bapak pilih ibu saya atau anaknya. Jadi saya dikorbankan dari awal.

Dianggap tidak ada. Sungsang sampai dua belitan. Bahkan lahir tak menangis. Lalu, kaki dipegang ke bawah, dipukul-pukul, pantatnya, baru saya menangis. Berarti saya hidup," ungkap Edy, saat melaunching buku biografi tentang dirinya dengan judul 'Sang Jenderal: Ayah untuk Negeri' di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Ibu Hamil Penderita Anemia Ternyata Bisa Lahirkan Anak Stunting, Pemkab Taput Lakukan Hal Ini

Edy Rahmayadi mengatakan, dia saat itu lahir di Kota Sabang, tempat ayahandanya berdinas.

Edy Rahmayadi adalah anak dari seorang TNI Angkatan Udara.

"Saya lahir di Sabang, bapak saya seorang angkata udara. Lulus Sersan Dua mengawini ibu saya di Tanjungpura. Ibu saya Jawa. Jumpa ayah saya dibawa ke Sabang. Lahir saya di sana," ujar mantan Ketua Umum PSSI itu.

Soal launching bukubiografi ini, Edy Rahmayadi mengatakan persoalan ini tidak ada kaitannya dengan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut mantan Pangkostrad itu, kegiatan ini merupakan program Pemprov Sumut, menuliskan biografi setiap gubernur untuk dituangkan menjadi sebuah buku.

Baca juga: Kemiskinan, Gizi Buruk dan Stunting di Kampung Wakil Wali Kota Medan Harus Dituntaskan

"Saya jadi khawatir, buku Sang Jenderal: Ayah untuk Negeri ini. Jangan dikaitkan dengan arena 2024. Saya pastikan tidak," kata Edy, Rabu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved