Breaking News:

Oknum Polisi Jual Sabu

Gembong Narkoba Boyot dan Tele Beli Sabu dari Kanit Narkoba Masih Berkeliaran dan Belum Ditangkap

Boyot dan Tele adalah dua gembong narkoba yang berbisnis sabu dengan oknum polisi. Namun keduanya belum tertangkap

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
Sidang lanjutan kasus 11 bintara Polres Tanjungbalai jual sabu hasil tangkapan di PN Tanjungbalai, Selasa (23/11/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,TANJUNGBALAI - Nama Boyot dan Tele kerap kali muncul di persidangan, khususnya dalam kasus narkoba.

Namun sayang, sampai saat ini Boyot dan Tele yang merupakan 'peliharaan' oknum polisi di Polres Tanjungbalai belum tertangkap dan masih berkeliaran.

Karena Boyot dan Tele tak ditangkap, kasus 11 bintara Polres Tanjungbalai yang jual sabu hasil tangkapan masih samar-samar.

"Ini Boyot dan Tele sering keluar namanya (dalam sidang perkara narkoba). Tolong dong pak, ini diungkap," kata hakim Salomo Ginting, saat mengadili perkara 11 bintara Polres Tanjungbalai di PN Tanjungbalai, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Kanit Narkoba Jual Sabu ke Pengedar, Deal Rp 1 Miliar Dibayar Rp 600 Juta, Sekarang Terancam Dipecat

Hakim mengatakan, Boyot dan Tele harus dibekuk untuk mengungkap perkara 11 bintara jual sabu hasil tangkapan.

"Sehingga bisa kami perdalam kasus ini dan terang benderang. Saya berharap ini segera ditangkap. Tolong sampaikan ke Dir Narkoba ya pak," kata hakim pada saksi Maruba Silalahi, anggota Polda Sumut

Diketahui, Boyot dan Tele membeli sabu dari oknum polisi Polres Tanjungbalai bernama Wariono.

Boyot membeli lima kilogram sabu seharga Rp 1 miliar dan Tele membeli 1 kilogram sabu seharga Rp 250 juta.

Dalam persidangan, saksi Maruba Silalahi mengatakan bahwa sabu tangkapan yang ditemukan di kapal kaluk sengaja dipindahkan oleh Tuharno, oknum polisi Polres Tanjungbalai ke markasnya Wariono, Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai untuk disembunyikan.

Baca juga: Hukuman Kanit Narkoba Kasus Ganja Diperberat Setelah Nekat Ajukan Banding

Sabu tersebut dikemas ke dalam goni, untuk kemudian disimpan, dan ternyata dijual pada Boyot dan Tele selaku gembong narkoba.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved