Breaking News:

Kematian Tahanan Kasus Asusila, Kasat Reskrim Polrestabes Medan : Korban Sempat Kejang-kejang

Hendra Syahputra merupakan tahanan kasus asusila tersebut diserahkan ke Polrestabes Medan, pada Senin (22/11/2021).

Penulis: Alfiansyah | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Polisi masih menunggu hasil otopsi, terhadap seorang tahanan Polrestabes Medan, bernama Hendra Syahputra yang meninggal dunia dengan kondisi lebam.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak medis.

"Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah lebam-lebam itu disebabkan kekerasan atau tidak, kami masih menunggu hasil otopsi," kata Kompol Muhammad Firdaus kepada tribun-medan.com, (24/11/2021).

Baca juga: Tahanan Polrestabes Medan Meninggal Dunia, Kasat Reskrim: Masih Menunggu Autopsi

"Masih menunggu hasil patologi anatomidi dari rumah sakit USU," tambahnya.

Ia menjelaskan, Hendra Syahputra merupakan tahanan kasus asusila tersebut diserahkan ke Polrestabes Medan, pada Senin (22/11/2021).

Setelah ditahan, Hendra sempat mengalami demam tinggi. Dan sempat dibawa berobat ke klinik polrestabes Medan.

"Kronologisnya pada hari senin 22 November sekitar jam 10 pagi, tahanan tersebut mengalami sakit demam tinggi, kemudian dibawa untuk diberi pengobatan ke Puskes Lolrestabes Medan," sebutnya.

Firdaus menuturkan, lalu pada Selasa (23/11/2021) menjelang subuh. Kondisi tahanan tersebut makin parah dan kejang-kejang.

"Setengah empat subuh, kondisi tahanan mengalami demam malah makin tinggi dan disertain kejang-kejang," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, setelah melihat kondisi tahanan tersebut, petugas langsung membawa Hendra ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk dilakukan perawatan medis.

"Saat masuk ke ICU Rumah Sakit Bhayangkara, kondisi tahanan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan kejang-kejang, itu keterangan Dokter," ucapnya.

Baca juga: Polsek PercutSeituan Akan Lakukan Gelar Perkara Kasus Remaja Dianiaya 3 Orang

Firdaus menjelaskan, setelah sempat dirawat beberapa jam di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, tahanan tersebut pun dinyatakan meninggal dunia.

"Pada pukul 22.30 WIB, tahan tersebut dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Jalan Setia Budi, Komplek Tasbi, Kota Medan.

(cr11/tribun-medan.com) 
 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved