Breaking News:

Medan Tenggelam Akibat Hujan Deras, Begini Respons Gubernur Edy Rahmayadi

Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Selasa (23/11/2021) malam, membuat sejumlah kawasan di ibu kota Sumut tersebut mengalami banjir.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Jalan Stasiun Kereta Api, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat tampak terendam air usai hujan deras yang melanda sebagian wilayah Kota Medan pada Selasa (23/11/2021) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Selasa (23/11/2021) malam, membuat sejumlah kawasan di ibu kota Sumut tersebut mengalami banjir.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pun mengakui bahwa curah hujan malam tadi cukup tinggi, sehingga saluran drainase yang ada di Kota Medan tidak cukup menampung air yang turun.

"Hujan tadi malam itu over, sehingga kapasitas yang direncanakan, drainase yang ada tidak mencukupi, itu tidak selamanya begitu," ucap Edy di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Medan, Rabu (24/11/2021).

Agar kondisi serupa tidak terus terulang, maka Pemprov Sumut dan Pemko Medan akan melakukan evaluasi. Termasuk melakukan normalisasi lima sungai yang melintasi Kota Medan.

"Belum melapor, tapi saya tak usah dilapor pun, saya tahu. Saya dengan pak Bobby sebagai Wali Kota Medan, saya sudah koordinasi secara ketat, kemarin merencanakan, sudah dilakukan rapat terpadu antara Deliserdang dan Kota Medan," ujarnya.

Menurut mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, seyogianya pengerjaan normalisasi sungai telah berjalan sejak tahun lalu. Namun, terkendala pandemi Covid-19 yang membuat pemerintah harus melakukan refocusing anggaran.

"Ini sinyal untuk kita evaluasi. Nanti kita evaluasi. Yang lain, ada lima sungai yang melintasi Kota Medan. Saat ini harusnya dikerjakan sejak tahun 2020, 2021, 2022 selesai. Tetapi di bulan Maret 2020 kita terkena wabah Covid-19, sehingga semua itu direfocusing," jelasnya.

Selain Kota Medan, pengorekan sungai juga akan dilakukan di Kota Tebingtinggi. Akan tetapi, harus ada perencanaan yang pasti dari Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) II.

Sehingga pergerjaan yang nantinya dilakukan bisa menuntaskan permasalahan banjir di Kota Tebingtinggi.

"Dua sungai yang melintasi Tebingtinggi. Tebingtinggi ini ada persoalan panjang, yang hulunya ada di Simalungun, kalau kita sodet sungai, rendahnya ke Sergai. Ini yang harus dibicarakan, secara teknis BWS harus merencanakannya. Ini pekerjaan yang sudah terlalu lama, tapi itu tidak alasan tidak diselesaikan," ungkap Edy.

Edy pun menyebutkan, bahwa sejak sebulan lalu telah menginstruksikan bupati dan wali kota agar mewaspadai bencana banjir di daerahnya masing-masing.

Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa wilayah Sumut akan lebih sering diguyur hujan.

"Sehingga rakyat Sumut ku seluruhnya waspada. Dan alat-alat berat yang bisa membantu pada titik titik kritis ini sudah kita lakukan, tapi khususnya rakyat- rakyat kita dalam bepergian, dalam dislokasi rumah-rumah yang kondisinya kurang baik, dalam kondisi alam ini harus tetap waspada. Tenang, berdoa, tetapi kita tetap berusaha untuk menyelesaikan persoalan," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved