Breaking News:

Meski Diguncang Pandemi Covid-19, Ekonomi Sumut Tumbuh di Tahun 2021

"Meskipun pertumbuhan kredit masih tertahan, perkembangan kredit beberapa bulan terakhir terpantau membaik," kata Soeko.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
Pixabay
Tanaman Sawit untuk ekspor 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara pertumbuhan ekonomi di Sumut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya lantaran didukung oleh meluasnya vaksinasi dan perkembangan sektor eksternal.

"Hingga triwulan ketiga ini, ekonomi Sumut tumbuh positif didorong oleh peningkatan kinerja ekspor, perbaikan konsumsi, serta mulai membaiknya investasi. Sumber pertumbuhan ekonomi ini terutama akibat permintaan eksternal yang tumbuh tinggi seiring perbaikan ekonomi dan negara mitra dagang utama," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo dalam agenda Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel Adi Mulia, Rabu (24/11/2021).

Lanjutnya, Soeko meyakini bahwa perekonomian Sumut pada tahun 2021 ini diperkirakan tumbuh positif di kisaran 2,5-3,3 persen dan optimis akan meningkat pada tahun 2022 mendatang.

"Akselerasi ini didukung oleh perbaikan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi global yang menguat. Selain itu, optimisme pencapaian herd immunity pada Maret 2022 seiring akselerasi vaksinasi mendorong perbaikan ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi penawaran, membaiknya mobilitas masyarakat dan perekonomian akan berdampak pada meningkatnya kinerja di hampir seluruh lapangan usaha utama. Bahkan, sektor perdagangan mencatat pertumbuhan tertinggi diantara lapangan usaha lainnya.

"Berbagai program pemulihan ekonomi nasional dan stimulus pemerintah sebagai jaring pengaman sosial seperti PKH, kartu sembako, kartu pra kerja, subsidi listrik, program KUR dan insentif lainnya seperti insentif PPNBM, dan belanja pemerintah turut berperan dalam perbaikan sektor ini," jelas Soeko.

Pertumbuhan ekonomi ini semakin membaik jika dilihat dari inflasi Sumut tahun 2021 yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi. Hingga Oktober 2021, inflasi Sumut tercatat rendah sebesar 1,86 persen secara tahunan. 

Namun begitu, Soeko juga mengatakan bahwa walaupun optimis akan ada perbaikan ekonomi di tahun 2022, akan ada banyak tantangan yang harus menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder.

"Masih banyak tantangan yang akan kita hadapi di Sumut seperti bagaimana kita meyakini jika herd immunity pada Maret 2022 bisa tercapai, karena ini salah satu kunci sukses pembangunan ekonomi di Sumatera dan Indonesia," tutur Soeko.

Kemudian, keadaan perekonomian semakin membaik jika melihat stabilitas sistem keuangan masih tetap terjaga, hal ini dapat terlihat dari tingkat profitabilitas bank yang meningkat, rasio biaya terhadap pendapatan (BOPO) yang relatif menurun, serta ratio NPL yang berada di bawah 5 persen.

"Meskipun pertumbuhan kredit masih tertahan, perkembangan kredit beberapa bulan terakhir terpantau membaik," kata Soeko.

Adapun terkait acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara ini juga turut dihadiri oleh para stakeholder diantaranya Bupati dan Walikota di Sumatera Utara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut, Arief Sudarto Trinugroho, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sumut, Bupati dan Walikota di Sumut, Kepala Badan Pusat Statistik BPS Sumut, Pimpinan Perbankan, Jasa Keuangan, Perusahaan teknologi finansial dan e-commerce di Sumut.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved