Breaking News:

Penjualan Mobil Listrik Naik Signifikan Dua Tahun Terakhir, Kemenhub Terbitkan 7.526 SRUT

Selama Januari-Agustus 2021, penjualan mobil listrik mencapai empat kali lebih besar jika dibandingkan dengan data penjualan kendaraan listrik.

Editor: Liston Damanik
dok
Pembukaan pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (24/11/2021). Pameran diikuti sejumlah brand otomotif roda empat dan roda dua dan berlangsung hingga 26 November 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Penjualan kendaraan listrik sdi Indonesia selama dua tahun terakhir meningkat cukup pesat. Mengutip data jumlah Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dari Kementerian Perhubungan, untuk kendaraan listrik roda empat, kenaikan terbesar terjadi di 2021.

Selama Januari-Agustus 2021, penjualan mobil listrik mencapai empat kali lebih besar jika dibandingkan dengan data penjualan kendaraan listrik di sepanjang 2020.

Sedangkan berdasarkan data per Agustus 2021, untuk penerbitan SRUT kendaraan roda dua kenaikannya tiga kali lebih besar, yaitu mencapai 7.526.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyatakan, hal tersebut menjadi latar belakang lembaganya menggelar pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 di Serpong, 24-26 November 2021.

Pameran ini diselenggarakan untuk mendukung industri dalam negeri dari sisi riset dan inovasi teknologi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Pelaksaan pameran ini diselenggarakan oleh Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) yang berada di bawah BRIN.

Laksana mengatakan, meskipun masih jauh di bawah penjualan kendaraan konvensional, tren menunjukkan tingginya minat masyarakat Indonesia dalam menggunakan kendaraan listrik.

Beberapa kendala seperti harga kendaraan listrik, harga baterai, dukungan purna jual, dan ketersediaan infrastruktur masih menjadi kekhawatiran calon pengguna kendaraan listrik.

"Kegiatan riset dan inovasi pada kendaraan listrik dapat menjadi titik penting untuk menyiapkan industri dalam negeri dalam mendukung era kendaraan listrik di Indonesia," ujar Laksana, Rabu (24/11/2021).

Dia mengingatkan, yang tidak kalah penting, regulasi serta insentif juga harus disinergikan.

"Komitmen pemerintah telah terlihat dengan adanya target menghentikan penjualan kendaraan konvensional pada 2040 untuk roda dua, dan 2050 untuk roda empat,” kata dia.

Handoko menjelaskan, dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, BRIN hadir sebagai solusi rendahnya critical mass untuk menjadi hub kolaborasi dan enabler multi pihak baik dalam negeri maupun luar negeri.

Pemerintah sudah menyiapkan ekosistem kendaraan listrik setelah terbitnya Peraturan Persiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

“Meski perkembangan industri mobil listrik sudah berjalan cepat khususnya tiga tahun terakhir, namun untuk dapat mengejar perkembangan global maka BRIN akan fokus pada tiga teknologi kunci yaitu teknologi motor, teknologi baterai dan teknologi Charging Station,” sebutnya. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved