Breaking News:

News Video

Seorang Pawang Hujan Laporkan Akun Twitter, Dituding Gagal Cegah Hujan di Sirkuit Mandalika

Diketahui, Damai merupakan warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB.

Editor: Bobby Silalahi

Sebagai pawang hujan, Damai hanya bisa berdoa ke Sang Pencipta, agar hujan tidak turun di lokasi mana ia hajatkan.


TRIBUN-MEDAN.COM
- Seorang pawang hujan bernama Damai Santoso alias Amaq Daud (49) melapor ke polisi seusai dituding gagal mencegah hujan saat gelaran WSBK di Sirkuit Mandalika beberapa hari lalu.

Diketahui, Damai merupakan warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB.

Damai melaporkan sebuah akun Twitter atas dugaan pencemaran nama baik.

Dikutip dari Kompas.com, ia melaporkan sebuah akun Facebook dan Twitter dnegan nama @leekuwangso yang diduga mengunggah fotonya di Sirkuit Mandalika dan menyebutnya sebagai pawang hujan yang gagal melakukan kontrol saat balapan.

Bagi Damai, kata-kata yang disebutkan dalam akun tersebut sangat menjatuhkan harga dirinya bersama keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya.

Adapun dalam akun media sosial tersebut memajang fotonya dengan Presiden Joko Widodo dan menuliskan sebagai berikut:

the traditional rain controller not working at # WorldSBK (red: pawang hujan). Hujan badai guyur sirkuit mandalika, balapan pertama world not working alias gak mempan.

Damai selama ini memang dipercaya mampu memindahkan hujan atau menggeser hujan agar tidak jatuh di wilayah yang diminta.

Namun ia menjelaskan tak pernah diminta oleh penyelenggara balapan WSBK untuk mengatasi hujan sebagimana yang biasa dilakukan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved