Breaking News:

Tahanan Polrestabes Medan Meninggal Dunia, Kasat Reskrim: Masih Menunggu Autopsi

Hendra Syahputra sendiri merupakan tahanan Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

ist
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Seorang tahanan Polrestabes Medan, Hendra Syahputra meninggal dunia dengan luka lembam.

Hendra Syahputra sendiri merupakan tahanan Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

Hendra Syaputra ditahan atas dasar laporan dugaan cabul terhadap anak dibawah umur pada Kamis (11/11/2021), di Jalan HM Puna Sembiring Perumahan Griya Permata IV Blok F 29, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

Baca juga: Kolaborasi Pemkab Taput dan YKI Taput Adakan Bakti Sosial Menyambut Hari Natal

Menurut keterangan adik korban, Hermansyah kepada wartawan, pihaknya merasa ada yang ganjil atas kematian almarhum.

Ia juga meminta Polda Sumut untuk mengusut tuntas adanya tindakan kekerasan terhadap tahanan Polrestabes Medan.

"Kami tidak menerima atas tindakan oknum polisi yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap tahanan (almarhum abang saya). Pihak keluarga melakukan proses autopsi terhadap jenazah almarhum guna proses menempuh jalur hukum agar perbuatan yang serupa tidak terjadi kembali kepada orang lain," kata Hermansyah.

Menurutnya, usai diserahkan pihak keluarga pelapor ke Polrestabes Medan, keluarganya bertemu almarhum masih dalam keadaan sehat dan kondisi baik.

"Proses hukum yang kami lakukan ini tidak hanya sebatas adanya pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang kuat dugaan permainan oknum polisi di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Medan," ungkapnya.

Lanjut Hermansyah, almarhum (Hendra Syaputra) sempat menyampaikan kabar via telepon seluler bahwa iameminta agar sesegera mungkin untuk mengirimkan uang kamar. 

"Permintaan abang saya untuk uang kamar di Rutan Polrestabes Medan sudah kami penuhi sesuai besaran yang diminta," beber Hermansyah yang mengaku memiliki bukti transfer uang kepada rekening yang diarahkan kepala kamar (Palkam) yang kuat dugaan suruhan oknum polisi.

Baca juga: Cek Rekening Kliennya, Pengacara Riri Khasmita Sebut Nirina Zubir Terima Uang dari Penjualan Tanah

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved