Breaking News:

News Video

Ultimatum Menteri BUMN Tak Didengar, Toilet di SPBU Jalan AR Hakim Medan Masih Dikutip Biaya Uang

Pernyataan Erick tersebut merespons ramainya pembicaraan masyarakat beberapa waktu terakhir tentang pungutan sebesar Rp 2.000 di toilet SPBU.

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Fasilitas toilet di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berbayar, sedang ramai diperbincangkan.

Pasalnya, beberapa hari lalu. Menteri BUMN Erick Thohir, mempermasalahkan pungutan yang dilakukan di toilet SPBU.

Ia juga sempat meminta kepada PT Pertamina (Persero) memperbaiki layanan fasilitas toilet di SPBU-SPBU yang berada di bawah perusahaan tersebut. Ia bilang, fasilitas toilet harusnya tak berbayar.

Pernyataan Erick tersebut merespons ramainya pembicaraan masyarakat beberapa waktu terakhir tentang pungutan sebesar Rp 2.000 di toilet SPBU.

Terkait hal itu, ternyata ada beberapa SPBU di Kota Medan, yang memberlakukan tarif untuk setiap pelanggan yang menggunakan fasilitas toilet.

Salah satunya di SPBU Jalan Ar Hakim, Kota Medan. SPBU ini memberlakukan tarif Rp 2 ribu setiap buang air kecil, dan Rp 4 ribu untuk buang air besar.

Salah seorang warga, Andi menuturkan, dirinya keberatan dengan diadakan nya pengutipan setiap kali masuk ke toilet.

Ia mengaku, telah berlangganan di SPBU ini selama bertahun-tahun.

"Masa mau makai kamar mandi saja harus bayar. Tadi pas keluar dari kamar mandi langsung ditagih, padahal aku langganan udah di SPBU ini," kata Andi kepada tribun-medan.com, Rabu (23/11/2021).

Andi menuturkan, bahwa seharusnya penggunaan toilet SPBU seharusnya di gratiskan untuk para pelanggan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved