Breaking News:

Banjir Air Mata, Kisah Seorang Ayah Tukang Becak Gantikan Anaknya yang Meninggal saat Wisuda

Inilah yang terjadi pada orangtua kehilangan anak tercintanya yang sudah dikuliahkan hingga akhirnya tak bisa wisuda.

Foto Dokumentasi Humas IAIN Sultan Qaimuddin Kendari
Salah seorang sahabat almarhum menghampiri ayah almarhum Muhammad Jamaluddin saat wisuda di kampus IAIN Sultan Qaimuddin Kendari 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebagai orangtua pasti punya keinginan kuat untuk menyekolahkan semua anaknya.

Tak peduli harus banting tulang, yang penting sang anak punya pendidikan untuk bekal di masa depannya nanti.

Bahkan keinginan orangtua menyekolahkan anaknya hingga lulus kuliah.

Tapi ada jadinya, begitu hari dinanti wisuda telah tiba, sang anak telah tiada.

Inilah yang terjadi pada orangtua kehilangan anak tercintanya yang sudah dikuliahkan hingga akhirnya tak bisa wisuda.

Isak tangis yang mengharukan mewarnai pelaksanaan wisuda di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Qaimuddin Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa (23/11/2021).

Momen bahagia berubah menjadi tangis dari para wisudawan dan wisudawati, ketika Hasanuddin Daeng Gassing naik ke atas panggung untuk menerima ijazah anaknya, Muhammad Jamaluddin yang meninggal dunia pasca ujian skripsi.

Almarhum anaknya merupakan mahasiswa Program Studi atau Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jamaluddin berpulang beberapa pekan sebelum pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Magister VIII Sesi I Tahun 2021 IAIN Kendari.

Sebelum sang ayah naik ke atas panggung, pihak panitia wisuda memutar video untuk mengenang Muhammad Jamaluddin, Mahasiswa jurusan perbankan syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis (FEBI) IAIN Sultan Qaimuddin Kendari, seketika suasana gedung dipenuhi isak tangis.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved