Breaking News:

INILAH Sosok Polisi dan TNI yang Baku Hantam di Ambon Gegara Tilang Kendaraan

Kejadian itu, ucapnya berakhir damai setelah mediasi kedua pihak di Markas Pomdam XVI Pattimura, Jalan Jenderal Ahmad Yani.

HO / Tribun Medan
Bripka Novie Sariodan, Bripka Zulkarnain Lou 

Sang pengendara menghubungi satu rekannya melalui via telepon seluler. Selang beberapa saat, datang seorang laki-laki dengan menggunakan pakaian dinas TNI dan langsung mengeluarkan kata "jorok".

"Kenapa ambil beta (saya) punya motor," katanya.

Ia langsung mendorong serta memukul Bripka Novie Sariodan.  Bripka Zulkarnain Lou berusaha melerai, tapi anggota TNI itu justru memukulnya juga.

Kemudian, oknum anggota TNI langsung meninggalkan Pos Mutiara dan membawa motor KLX yang sempat ditahan.

Saat melarikan diri, oknum personel TNI  itu meninggalkan satu unit motor bernomor polisi DE 4461 NJ MIO di Pos Mutiara.

Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura, Kolonel Adi Prayogo Choirul Fajar, mengatakan insiden di kawasan Batu Merah Kota Ambon murni kesalahpahaman lalu lintas.

“Itu kesalahpahaman berlalu lintas saja, sekarang sudah damai,” kata Adi kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Rabu (24/11/2021) malam.

Kejadian itu, ucapnya berakhir damai setelah mediasi kedua pihak di Markas Pomdam XVI Pattimura, Jalan Jenderal Ahmad Yani. “Poinnya sudah aman, damai,” ujarnya.

Kesepakatan damai tercapai di Markas POM DAM XVII Pattimura di Jl Pangeran Diponegoro, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, sekitar pukul 21.00 WIT atau pukul 19.00 WIB.

Kesapakatan damai tercapai tak menggugurkan proses hukum tiga oknum aparat penegak hukum tersebut. Mereka akan diperiksa terpisah di kesatuan penegakan disiplin masing-masing.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved