Breaking News:

Kasus Pemilik Kafe Ludahi Petugas PLN Medan, Ini Kronologi Menurut Korban

Terdakwa marah dan tidak terima atas tindakan yang akan dilakukan oleh saksi korban dan petugas PLN lainnya. 

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Muhammad Reza Sitio (27) menjalani sidang Pengadilan Negeri Medan yang digelar secara virtual, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Reza Sitio yang viral di media sosial karena meludahi petugas PLN menjalani sidang lanjutan di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (25/11/2021). 

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Immanuel Tarigan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho dalam dakwaannya menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada 29 Juli 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, korban, Ayu Miranda, bersama saksi Andi Narogong Virtandini dari petugas PLN, mendatangi kafe milik terdakwa di Jalan Halat, Medan. 

"Kedua saksi datang untuk melakukan pengecekan meteran listrik kafe milik terdakwa sudah tertunggak satu bulan, ditambah dengan pembayaran bulan berjalan," katanya. 

Kemudian lanjutnya, kedua saksi meminta untuk melakukan pemeriksaan listrik kafeterdakwa, yang berada di dalam garasi. Saat itu, yang ada di rumah saksi Lisna Marlina Harahap, yang mengatakan kepada petugas tunggakan belum dibayar karena masalah PPKM. 

Tak berapa lama, terdakwa datang dan kedua petugas menjelaskan kepada terdakwa mengenai tunggakan pembayaran listrik. 

"Menurut aturan PLN, kalau listrik tidak dibayar terpaksa harus diputus sehingga saksi korban dan saksi Andina Viryandini serta petugas PLN lainnya melakukan tindakan penyegelan terhadap meteran listrik kafe terdakwa," jelasnya. 

Terdakwa marah dan tidak terima atas tindakan yang akan dilakukan oleh saksi korban dan petugas PLN lainnya. 

Ia menolak meteran listriknya digembok dan disegel oleh korban dan petugas PLN lainnya. 

Kemudian, terdakwa mengijinkan saksi Joli Edwardo menggembok meteran listrik kafe terdakwa. Tapi sambil berteriak, terdakwa mengeluarkan kata-kata makian kepada petugas PLN wanita tadi, sambil melempar batu kerikil. 

Kedua saksi yang melihat perbuatan terdakwa kemudian memvideokan kejadian itu sambil masuk ke dalam mobil. Terdakwa yang tahu divideokan, tidak terima dan menendang mobil dan membuka pintu mobil saksi. 

"Terdakwa berusaha mengambil handphone milik saksi korban, namun terdakwa tidak berhasil mengambil handphone milik saksi korban sehingga terdakwa yang terlihat emosi kemudian membuka maskernya dan meludahi saksi korban yang mengenai wajah saksi korban," beber JPU.

Selanjutnya, saksi korban yang tidak terima diludahi dan dimaki, melaporkan terdakwa ke Polsek Medan Area guna pengusutan lebih lanjut. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Atau Pasal 315 KUHP," pungkasnya. (cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved