Breaking News:

Korban Banjir di Kabupaten Sergai Terserang Peradangan Kulit Hingga Pernafasan

Banyak korban banjir di Kabupaten Sergai yang mengalami peradangan kulit serta masalah pernafasan

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Tim medis tengah memeriksa kesehatan pengungsi di posko kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Kamis (25/11/2021).(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Korban banjir di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai dikabarkan terserang diare dan sakit mata.

Namun, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sergai, Lia Simamora mengatakan bahwa korban banjir bukan terserang diarea dan sakit mata, melainkan penyakit kulit dan pernafasan. 

"Kami sudah rekap 90 persen dermatitis (penyakit peradangan pada kulit), 5 persen Ispa (penyakit pada saluran pernapasan), dan 5 persen dermatitis ringan," ujar Lia, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: ATASI Permasalahan Banjir di Medan, Wali Kota Bobby akan Buat Kolam Retensi di Sejumlah Titik

Setiap harinya, sambung Lia, tim pelayanan kesehatan, baik para dokter dari sejumlah puskesmas masih terus melakukan pemantauan kesehatan para pengungsi.

"Tim pelayanan kesehatan terus stand by hingga banjir surut total," ujar Lia.

Sementara itu, banjir yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Sei Rampah hingga saat ini berangsur-angsur mulai surut.

Amatan wartawan www.tribun-medan.com, saat menyambangi lokasi banjir yang tedampak cukup parah yaitu di Dusun III, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, debit banjir sudah mulai menunjukkan penurunan.

Baca juga: Dua Malam Berturut Diterjang Banjir, Mantu Presiden Jokowi Minta Maaf Tak Bisa Atasi Banjir di Medan

Plt Kepala BPBD Kabupaten Sergai, Henri Suharto, saat dikonfirmasi. Ia mengatakan saat ini debit air turun hingga 15-20 sentimeter.

"Alhamdulillah mulai surut hari ini, debit air berkurang hingga 15-20 Sentimeter. Namun, beberapa rumah juga masih ada yang tergenang air," ujar Henri.

Meski air mulai surut namun, Henri menambahkan, tenda-tenda posko yang tersedia masih tetap ada untuk mengantisipasi jika air naik lagi.

"Mengingat air bisa saja naik lagi hingga akhir bulan Desember," ujar Henri. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved