Breaking News:

Mantan Penyidik Krimsus Ngaku Dikriminalisasi Kajati Sumut dan Pejabat Polda Sumut

AKP (Purn) Longser Sihombing menyebut dirinya korban kriminalisasi Kajati Sumut dan pejabat Polda Sumut

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Mantan Kapolsek Sukarame, Pakpak Bharat, AKP Purn Longser Sihombing geruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Kamis (25/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- AKP (Purn) Longser Sihombing adalah mantan penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut.

AKP (Purn) Longser Sihombing juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Sukarame, Pakpak Bharat.

Saat menjabat sebagai Kapolsek Pakpak Bharat pada tahun 2016, dia mengaku dikriminalisasi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejati Sumut) beserta seluruh anak buahnya.

Bahkan, AKP (Purn) Longser Sihombing turut menuding pejabat Polda Sumut, mulai dari Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Kriminal Khusus, dan Kabid Propam Polda Sumut periode September - Desember 2016, turut bekerja sama memenjarakan dirinya.

Baca juga: Kejati Sumut Masih Sembunyikan Rincian Kasus Pertanahan yang Diduga Libatkan Mafia Tanah

Saat melakukan aksi di depan Kejati Sumut, AKP (Purn) Longser Sihombing membongkar 'borok' kejaksaan dan kepolisian.

Katanya, dia dikriminalisasi karena tidak mau membebaskan tangkapan truk berisi 2.000 liter solar.

Saat dirinya menjabat sebagai Kapolsek Sukarame, Pakpak Bharat tahun 2016, Longser sempat diminta oleh pimpinannya di Polres Pakpak Bharat untuk melepas truk bermuatan 2.000 liter solar, yang ditangkap pada Agustus 2016. 

"Dari sini lah awal dugaan kriminalisasi saya terima. Saya dijebak, dikatakan memeras Rp 200 juta. Kemudian saya dibawa ke Polda Sumut dan ditahan di tahanan narkoba hampir 120 hari lamanya," kata Longser, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Wartawan Diusir saat Hendak Wawancara Jaksa Agung, Humas Kejati Sumut Bilang Hanya Salah Paham

Longser yang kini berprofesi sebagai advokat ini mengatakan, selama ditahan dengan dugaan pemerasan (Pasal 368 KUHPidana), berkas perkaranya dua kali ditolak oleh pihak kejaksaan tepatnya pada 22 Desember 2016.

Apalagi masa penahanan Longser akan berakhir pada 3 Januari 2017.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved