Breaking News:

BI Segera Luncurkan BI Fast, Biaya Transfer Hanya Rp2500 dan Beroperasi 7x24 Jam

Bank Indonesia akan meluncurkan Bank Indonesia Fast (BI Fast) Payment, Desember nanti. 

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut, Arief Sudarto Trinugroho, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia akan meluncurkan Bank Indonesia Fast (BI Fast) Payment, Desember nanti. 

"Pada awal Desember, Bank Indonesia akan mengenalkan BI Fast. Jadi kalau selama ini kita kliring itu dibatasi oleh jam, nanti dengan adanya BI Fast untuk transfer dana secara retail seperti Rp 500 juta ke bawah itu bisa pakai BI Fast," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo, Jumat (26/11/2021).

"Ini beroperasi 24 jam dalam seminggu. Jadi tidak ada lagi batasan jam, nanti akan berjalan secara real time seperti mobile banking untuk sementara ini. Tapi dengan BI Fast akan bisa real time," lanjutnya.

Diketahui, BI Fast menjadi sistem pembayaran BI untuk memfasilitasi transaksi retail nasional secara retail dan dapat beroperasi selama 24 jam dalam seminggu.

Kemudian, nantinya sistem transfer antar bank akan lebih murah sebesar Rp 2.500 per transaksi yang sebelumnya sebesar Rp 6.500.

Untuk peserta BI Fast merupakan pihak perbankan maupun Lembaga Selain Bank (LSB) yang dapat memenuhi syarat dan kriterianya, diantaranya memiliki modal inti sebesar Rp 6 triliun untuk bank atau modal disetor paling sedikit Rp 100 juta untuk lembaga selain bank dan memiliki likuiditas yang memadai.

Dikatakan Soeko, dengan adanya peluncuran BI Fast ini, tentunya akan mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Untuk itu, saat ini Bank Indonesia kian gencar untuk mensosialisasikan BI Fast kepada masyarakat.

"Peluncuran layanan BI Fast pada akhir tahun ini, berbagai upaya publikasi dan edukasi akan dilakukan untuk meningkatkan literasi dan akseptasi masyarakat terhadap layanan BI Fast," ucapnya.

BI sebagai penyelenggara BI-Fast akan menetapkan batas nilai nominal transaksi dan biaya. Sementara pelaksana harus menginformasikan biaya transaksi kepada nasabah secara transparan. 

BI sebelumnya telah menetapkan 22 peserta BI Fast batch pertama di Desember 2021 yakni BTN, DBS Indonesia, PermataBank, Bank Mandiri, Danamon, CIMB Niaga, BCA, HSBC Indonesia, UOB Indonesia, Bank Mega, BNI, BSI, BRI, OCBC NISP, UUS BTN, UUS PemataBank, UUS CIMB Niaga, UUS Danamon, BCA Syariah, Bank Sinarmas, Citibank NA, dan Bank Woori Saudara. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved