Breaking News:

Jadwal Pilkades di Deliserdang Tunggu Petunjuk Bupati

Nantinya para Kades yang ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa juga akan cuti lebih dari sebulan lamanya.

Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
KADIS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Deliserdang, Khairul Azman Harahap. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Pemkab Deliserdang belum menentukan hari pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan berlangsung pada 2022 mendatang. Peraturan Bupati Deliserdang (Perbup) belum ada dibuat meski pun Peraturan Daerah (Perda) tentang Pilkades serentak sudah disahkan DPRD Deliserdang. Evaluasi dari Pemprov Sumut juga sudah dilakukan.

"Baru beberapa hari lalu turun dari Provinsi (hasil evaluasi). Hari H nya kapan tinggal menunggu petunjuk pimpinan saja ini. Nanti kita tanya juga Pak Bupati dan Pak Sekda kapan hari yang bagusnya," ucap Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Deliserdang Khairul Azman, Rabu (24/11/2021).

Khairul mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah ada membuat perencanaan mengenai tanggal yang tepat mulai dari waktu tahapan-tahan Pilkades diawal sampai hari pelaksanaan pencoblosan. Namun karena waktu pengesahan Ranperda dan  evaluasi dari Provinsi siap waktunya bergeser dari perkiraan maka semuanya juga harus digeser kembali. Diakuinya, tidak menutup kemungkinan pelaksanaan pencoblosan Pilkades bukan di bulan Maret melainkan bulan April mendatang.

"Ya antara bulan Maret dan bulan April. Kalau perkiraan saya bulan April, karena bergeser dari jadwal yang direncanakan. Tapi bagaimana pendapat pimpinan dululah," kata Khairul.

Mantan Camat Percut Seituan ini menyebut, masa jabatan 304 Kepala Desa habis pada bulan Mei 2021. Nantinya para Kades yang ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa juga akan cuti lebih dari sebulan lamanya. Selama itu nanti Sekretaris Desa (Sekdes) yang akan menjadi Pelaksana Harian (PLH).

Informasi yang dikumpulkan saat ini ada beberapa Kepala Desa di Deliserdang yang memastikan tidak akan maju lagi di Pilkades 2022 karena tidak lagi tertarik. Satu diantaranya adalah Kades Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa, Jefri Hamdani. Saat dikonfirmasi Jefri pun membenarkannya.

Baca juga: Tapanuli Utara Gelar Pilkades di 200 Desa, Kapolda Wanti-wanti Hal Ini : Masyarakat Jangan Berantam

"Ya rencananya nggak memang (tak mau maju lagi). Alasannya ya mau beralih jadi wiraswasta saja. Saya sudah 15 tahun di kantor desa mulai tahun 2006. Waktu itu jadi Kaur di desa," ucap Jefri Hamdani.

Ia menyebut menjadi Kades satu periode sudah tentu ada enak dan tidak enaknya. Namun ia membantah bukan karena ada masalah tekanan atau masalah hukum makanya dirinya tidak mau melainkan hanya ingin mencari suasana baru saja. Karena dirinya tidak ikut, kini sudah banyak muncul bakal-bakal calon Kepala Desa di Desanya.

"Kalau itu hak orang untuk maju. Saya nggak maju lagi bukan karena persoalan kesejahteraan (gaji). Saya jadi calon dulu ada yang saya targetkan, ya masalah kantor desa salah satunya. Dulu nggak pernah ada selama 20 tahun. Sekarang kan sudah ada. Kades lama dulu janji-janji tapi nggak terealisasi. Lebih ke pengabdian saya maju bukan karena mau cari kekayaan," katanya. (dra/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved