Breaking News:

News Video

Terungkap Alasan Anggiat Pasaribu Bisa Dijemput Mobil Dinas TNI AD Usai Membentak Ibunda Arteria

"Bukan cari pembenaran bukan untuk segala macam, Rindu (Anggiat) minta tolong jangan diplintir, Rindu tahu, Rindu khilaf, Rindu salah," ujarnya.

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ini alasan Anggiat Pasaribu bisa dijemput dengan mobil dinas TNI AD dengan pelat nomor 75194-03 seusai membentak ibunda Arteria Dahlan.

Dilansir Kompas TV, ia mengaku hanya menumpang kendaraan milik kakaknya, yaitu Brigjen Zamroni.

"Anggiat bukan istri di situ ada suami juga yang bawa mobil. Kalau ajudan itu bukan ajudan itu yang anter kita ke bandara karena kita enggak tahu. Fasilitas itu (mobil dinas TNI AD) dipakai sama abang (Brigjen Zamroni) sendiri karena abang kan di situ. Rindu (Anggiat) cuma numpang," kata Anggiat di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Ia menyatakan permintaan maaf atas perbuatan dirinya yang telah membuat masalah ini menjadi besar hingga nama baik kakaknya Brigjen Zamroni sedikit tercoreng.

"Bukan cari pembenaran bukan untuk segala macam, Rindu (Anggiat) minta tolong jangan diplintir, Rindu tahu, Rindu khilaf, Rindu salah," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengaku dirinya telah menelusuri kericuhan antara anggota DPR RI Arteria Dahlan dan ibunya dengan seorang perempuan yang mengaku keluarga pejabat TNI

Politikus PDIP itu menyebut, dari informasi yang diperoleh ternyata yang terlibat kericuhan bukan hanya perempuan itu saja, juga seorang pria yang diduga adalah anggota TNI yang ia sebut berpangkat Brigjen.

"Dari informasi yang kami dapat, ternyata perempuan itu bersama pria berpangkat Brigjen. Terkait hubungan keduanya masih kami telusuri," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Ia mengatakan, mobil militer dengan nomor 75194-03 yang digunakan oleh perempuan dan pria tersebut adalah kendaraan dinas milik Kodam Jayakarta.

"Kendaraan tersebut digunakan oleh Brigjen TNI yang kini telah pindah tugas ke BIN. Saat ini kasusnya sedang diinvestigasi oleh pejabat berwenang dalam hal ini Polisi Militer," kata Hasanuddin.

(*/Kompas TV)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved