Breaking News:

News Video

WAJAH LESU Anggota OKP Pemuda Pancasila Penyerang Perwira Polantas di Depan Gedung DPR MPR

Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah anggota OKP Pemuda Pancasila yang menyerang Perwira Polantas di depan Gedung DPR/MPR

TRIBUN-MEDAN.COM - Polda Metro Jaya bergerak cepat mengamankan sejumlah anggota OKP Pemuda Pancasila yang menyerang Perwira Polantas di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (25/11/2021)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan ada 20 orang yang ditangkap, 15 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

"Dalam kegiatan demo tadi, kami mengamankan sebanyak 15 orang yang saat ini sudah ada di belakang. Mereka ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Zulpan kepada wartawan.

Menurut Zulpan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan awal terhadap 15 orang tersebut.

Para tersangka terbukti membawa senjata tajam dalam aksi demonstrasi tersebut.

Selanjutnya, kata Zulpan, penyidik akan melakukan pemeriksaan lanjutan sekaligus penahanan terhadap para tersangka.

"Sudah dilakukan pemeriksaan awal. Bahwa mereka semuanya membawa sajam. Tentunya terhadap mereka semua ini akan kami lakukan tindakan hukum," kata Zulpan

"Proses hukum berjalan terhadap 15 orang tersangka ini mulai menjalani pemeriksaan lanjutan dan tentu ditahan," sambungnya.

Baca juga: KAPOLRES Murka Anggotanya Diserang Massa OKP Pemuda Pancasila: Serahkan Pelaku atau Kami Kejar!

Baca juga: DETIK-detik Polantas dikeroyok massa OKP Pemuda Pancasila di Depan Gedung DPR/MPR

Dalam aksi demo tersebut, seorang polisi berpangkat AKBP terluka parah diserang oleh massa pendemo.

Korban dipukul menggunakan benda tumpul hingga terluka di kepala bagian belakang, dan dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapat perawatan.

Sementara, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Tubagus Ade Hidayat mengatakan, lima orang lain yang turut diamankan dalam aksi demonstrasi tersebut masih berstatus saksi dan sedang dalam pemeriksaan petugas.

"15 orang itu secara penetapan tersangka, dengan minimal dua alat bukti sudah terbukti," ungkap Tubagus.

Tubagus menambahkan, sebanyak 15 tersangka yang telah ditahan dijerat pasal 2 Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam.

"Iya yang ini adalah tersangka pasal 2 UU Darurat, karena membawa senjata tajam," pungkasnya.

Berita dilansir dari Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved