Breaking News:

Begini Sistem Kerjasama Bandara Kualanamu dengan Perusahaan Asing Asal India Selama 25 Tahun

Kisruh penjualan Bandara Kualanamu Deliserdang Sumut ke perusahaan asal India menjadi perbincangan publik. 

Tribun-medan.com/HO
Bandara Internasional Kualanamu yang berada di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (4/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kisruh penjualan Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Sumut ke perusahaan asing asal India menjadi perbincangan publik. 

Apalagi, Bandara Kualanamu mengeluarkan keterangan bahwa GNR Airports Consortium asal India sudah memenangkan tender itu. 

Jelas, melalui pandangan umum, hal ini sudah merugikan Pemerintah Indonesia dan merasa tidak mampu.  

Namun, Anda perlu dulu paham maksud dari mekanisme investasi lebih benar. 

Simak artikel ini sampai habis ya, agar dapat paham lebih baik tentang ini.  

Saham Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Indonesia selama 25 tahun sudah beralih ke investor.

PT Angkasa Pura II selaku pemilik Bandara Kualanamu memang diketahui melepas kepemilikan sahamnya sebesar 49 persen kepada perusahaan asal India bernama GMR Airport Internasional.

Pengelolaan pun nantinya akan beralih ke GMR Airports Consortium.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan di lini masa media sosialnya.

Arya Sinulingga menjelaskan skema perjanjian antara Angkasa Pura II dengan GMR Airport International dilakukan dengan skema build, operate, transfer (BOT).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved